Hepatitis Akut Misterius
Terlalu Dini Mengaitkan Hepatitis Akut Misterius dengan Covid dan Vaksinasi
Kemenkes menyatakan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terkait kepastian penyebab kematian tiga anak yang terinfeksi hepatitis akut misterius.
Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mewaspadai hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak.
Kasus ini telah menimbulkan korban jiwa. Sepanjang April 2022, tiga anak meninggal dunia akibat hepatitis akut misterius.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan pihaknya masih menunggu hasil laboratorium terkait kepastian penyebab kematian tiga anak yang diduga terinfeksi hepatitis akut.
"Masih kriteria pending klasifikasi, karena ada pemeriksaan adenovirus yang hasilnya membutuhkan waktu 10 hari sampai 14 hari ke depan," ungkapnya.
Baca juga: Dinkes DKI Maksimalkan Tim Surveilans Dalami Penyakit Menular, Salah Satunya Hepatitis Misterius
Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memasukkan riwayat pajanan yang lebih rinci, dan tes virologi/mikrobiologi tambahan.
Siti Nadia menjelaskan, ketiga pasien tersebut datang ke rumah sakit dalam kondisi berat.
"Pasien datang sudah pada kondisi stadium lanjut sehingga hanya memberikan waktu sedikit bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan," tuturnya.
Ketiga kasus itu terdiri dari pasien berusia 2 tahun dan belum vaksinasi, pasien berusia 8 tahun dan baru menerima vaksinasi Covid dosis pertama, dan pasien 11 tahun sudah vaksinasi Covid-19.
“Ketiganya negatif Covid-19. Kita bersama Dinas Kesehatan DKI melakukan investigasi kontak mengenai faktor risiko,” kata Siti Nadia.
Saat ini, sebagian masyarakat berspekulasi tentang kaitan hepatitis akut misterius dengan vaksinasi Covid-19.
Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr dr Hanifah Oswari SpA(K) menegaskan, belum ada bukti ilmiah yang mendukung prasangka tersebut.
"Memang diduga berhubungan virusnya, namun belum ada informasi yang diberikan jika berhubungan secara langsung. Virus yang diduga sebagai penyebab, tetapi bukan sebagai penyebab langsung," papar Hanifah pada konferensi pers virtual, Kamis (5/5/2022).
Hanifa menambahkan, hubungan Covid-19 dengan hepatitis akut, hingga saat belum bisa ditentukan. Apalagi mengaitkan hepatitis dengan vaksin Covid-19.
Dokter Hanifah juga menyebutkan, pemerintah sudah melakukan banyak hal dalam mengatasi perjalanan penyakit ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Siti-Nadia-Tarmizi.jpg)