Jumat, 24 April 2026

Dua Mahasiswa Tewas dalam Bentrok Antar Kelompok Gara-gara Berebut Jalan

Dua mahasiswa asal Sumatera tewas dalam bentrok antara dua kelompok di Seturan, Yogyakarta. Polisi menegaskan tidak ada unsur kesukuan pada kasus ini.

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
TribunJogja.com/Ahmad Syarifudin
Kabid Humas dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Yulianto dan Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi menunjukkan pelaku penusukan berikut barang bukti kejahatan di Mapolda DIY, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, YOGYAKARTA -- Dua mahasiswa tewas dalam bentrok antara dua kelompok di Seturan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bentrok terjadi antara YF (25) beserta kelompoknya dan TIP (29) beserta teman-temannya, Minggu (10/5/2022) dini hari.

Dua korban tewas dalam kejadian ini adalah TIP warga Bangka Belitung dan DS (22) warga Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Polisi menyatakan, kejadian bermula saat TIP dkk dan YF dkk berpapasan di simpang empat Selokan Mataram, Seturan. Kedua kelompok berselisih karena tak ada yang mau mengalah dan memberi jalan.

Baca juga: 8 Titik Banjir Ketinggian hingga 1 Meter di Kota Tangerang karena Hujan Deras Semalam

Baca juga: Pemkot Tangsel Tak Gelar Operasi Yustisi Pendatang Baru setelah Hari Raya Idul Fitri 2022

Mereka kemudian saling memaki dan baku pukul. Hingga terjadi tragedi berdarah yang menewaskan TIP dan DS.

Polisi bergerak cepat menangani kasus bentrokan yang merenggut nyawa ini. Tim gabungan dari Satuan Jatanras Polda DIY bersama Polres Sleman melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku penusukan

Pelaku penusukan yang sudah ditangkap polisi adalah YF (25). Dia diduga menusuk TIP dan DS hingga kedua korban meninggal dunia.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto mengatakan, YF ditangkap pada Senin (9/5/2022) pukul 15.00 atau kurang lebih 36 jam setelah kejadian. Pelaku berikut barang bukti kejahatan langsung dibawa ke Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Ditinggal Salat Dzuhur, Tabung Gas Melon Milik Pedagang Mie Ayam Digasak Pencuri

"Pelaku diamankan di Babarsari, salah satu tempat pelaku singgah," kata Yuliyanto di Mapolda DIY, Selasa (10/5/2022).

YF merupakan warga pendatang dan baru satu tahun di Yogyakarta. Dia bukan mahasiswa maupun pekerja. YF berada Yogyakarta hanya untuk jalan-jalan.

Selama di Yogya, YF berpindah-pindah tempat tinggal. Lokasi penangkapan YF di Babarsari merupakan salah satu tempat singgahnya

Yuliyanto menyatakan, kasus penusukan yang menyebabkan dua korban mahasiswa meninggal dunia itu tidak ada unsur kesukuan, kendati kedua korban berasal dari luar pulau Jawa.

Baca juga: 24 Atlet Muda Sepatu Roda Tanda Tangani Perjanjian Buntut dari Latihan Sepatu Roda di Jalan Raya

Penganiayaan berat itu terjadi secara spontan karena berselisih paham di jalan.

Polisi masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tidak tertutup kemungkinan ada pelaku lain yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini masih dalam pemeriksaan, dalam perjalanan apakah ada tersangka lain atau tidak akan kami lihat. Tidak menutup kemungkinan, pelaku bisa bertambah," kata Yuliyanto.

Bentrok berdarah antara dua kelompok ini terjadi Minggu (8/5/2022) kurang lebih pukul 00.30 WIB.

Baca juga: Tercebur di Kolam Renang Dewasa, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam

Saat itu, TIP bersama DS dan empat rekan mereka, mengendarai tiga sepeda motor dari barat ke timur. Di lokasi kejadian, mereka berpapasan dengan YF dan kelompoknya yang berjumlah sekitar lima orang.

YF dkk juga mengendarai sepeda motor. Mereka melaju dari selatan menuju ke utara.

Di simpang empat Selokan Mataram, kedua kelompok berselisih karena tidak ada yang mengalah untuk memberi jalan.

Lokasi tersebut berjarak kurang dari 5 km dari kampus Universitas Gajah Mada (UGM) dan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta berjarak sekitar 1 km dari kampus UPN.

Baca juga: Sepekan Setelah Lebaran, RLC Kota Tangsel Kosong Pasien Covid-19

"Terjadi cekcok, saling memaki, saling tuduh, saling pisuh (mengumpat)," Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Kombes Ade Ary Syam Indriadi yang memberikan keterangan kepada wartawan bersama Kombes Yuliyanto, Selasa (10/5/2022).

"Lalu kelompok korban sempat lewat ke timur sedangkan kelompok pelaku jalan sedikit ke utara," imbuh Ade Ary.

Meski kedua kelompok akhirnya sudah sedikit bergeser, mereka masih saling mengumpat. "Kedua kelompok masih cekcok," kata Ade Ary.

Kelompok YF yang sebenarnya sudah sedikit lewat dari simpang empat Selokan Mataram, kemudian menantang TIP dkk yang posisinya sudah sedikit bergeser ke timur.

Baca juga: Polri Beri Dispensasi Sampai 17 Mei Bagi SIM yang Masa Berlakunya Habis Saat Libur Lebaran

"Ayo, kalau berani kamu ke sini," ujar Ade menirukan tantangan kelompok YF.

TIP dkk lalu mendatangi YF hingga terjadi bentrok fisik. Dalam bentrok itu, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menusuk kedua korban.

DS menderita 4 luka tusuk di punggung dan dada kiri. Sedangkan TIP mengalami tiga luka tusuk di dada dan pinggul.

Sesaat setelah kejadian itu, kelompok pelaku melarikan diri.

Baca juga: Kisah Pemburu Koin di Pelabuhan Merak, yang Mampu Lompat dari Sisi Tertinggi Kapal

TIP dan DS kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekannya. TIP meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Adapun DS meninggal dunia setelah sempat mendapatkan pertolongan medis. (*)

Sumber: TribunJogja.com

Baca juga: Kejari Kota Tangerang Sebut Bakal Ada Tersangka Tambahan Terkait Kasus Korupsi Pasar Lingkungan 

Baca juga: Kasir Toko Kue di Ciputat Timur Dihinoptis Orang Bule, Uang Rp 1,2 Juta Digasak

Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 11 Mei, Scorpio Perhatikan Makanan Sehat Seimbang dan Olahraga

Baca juga: Kontennya Tentang LGBT Menimbulkan Polemik, Deddy Corbuzier Minta Maaf

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved