Lifestyle
Tren Freelancer Sedang Meningkat, Solos Ramaikan Platfrom e-commerce
World Bank mencatat pertumbuhan pelaku freelancing mencapai 30 persen setiap tahunnya dengan dominasi segmentasi usia 18-44 tahun.
Fakta unik, Solos adalah kata jamak untuk solo - yang mengacu pada beberapa solopreneur yang bekerja bersama.
Esensi gotong royong ini berpusat pada keragaman, membangun komunitas, dan bekerja sama. Bagi kami, Bali mewakili semua hal di atas,” jelas Ricky.
Baca juga: Resolusi Aktor Laga Iko Uwais Ingin Bahagia Bersama Keluarga dan Puas dengan Pekerjaan di Tahun 2022
Diharapkan, Solos tidak hanya menjadi penyedia solusi, tetapi juga membangun komunitas yang dapat disebut sebagai rumah atau kantor oleh para freelancer dan solopreneur.
Ricky mengungkapkan Solos mengalami pertumbuhan eksponensial dalam jumlah pengguna sejak pertama kali dioperasikan.
Telah menerima minat dari freelancers dan solopreneurs dari Filipina, Australia, India, AS, dan pasar lain secara global.
Sejauh ini telah memiliki beberapa angel investor dari perusahaan seperti Microsoft, HSBC, JP Morgan, dan Blackberry.
Baca juga: Marsuki Bagikan Tips Mahir Jadi Prоgrаmmеr
"Kami ingin meningkatkan pendapatan bagi para profesional Asia dari $20 per hari menjadi $20 per jam,” ujar Ricky.
“Berbeda dengan platform pencarian layanan freelance lainnya yang membatasi cara komunikasi dan skema pembayaran antara klien dengan freelancer, Solos memberi kebebasan bagi freelancer dan solopreneur untuk menawarkan layanan jasa mereka secara langsung kepada klien dengan platform komunikasi dan skema pembayaran yang bisa mereka tentukan sendiri,” imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ricky-Willianto-CEO-Solos.jpg)