Lifestyle

Tren Freelancer Sedang Meningkat, Solos Ramaikan Platfrom e-commerce

World Bank mencatat pertumbuhan pelaku freelancing mencapai 30 persen setiap tahunnya dengan dominasi segmentasi usia 18-44 tahun.

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
istimewa
Solos saat ini merupakan platform e-commerce layanan jasa untuk freelancer 

"Perusahaan sukses seperti Google sudah memanfaatkan tenaga kerja kontrak dan freelancers dalam bisnis mereka," kata Ricky.

Faktanya, 54 persen tenaga kerja Google adalah outsource.

Baca juga: Digitalisasi Pasar Tradisional akan Berperan Dalam Transaksi dan Pembayaran

Sementara SAP menemukan bahwa rata-rata 25 persen tenaga kerja dari organisasi terbesar terdiri dari pekerja lepas dan kontraktor.

Menurut Ricky, skema ini memungkinkan organisasi untuk mengelola sumber daya mereka dengan lebih baik dan memaksimalkan efisiensi dan output mereka.

Organisasi dengan tenaga kerja yang fleksibel lebih mampu menyesuaikan biaya mereka berdasarkan lingkungan dan situasi bisnis.

“Kami percaya bahwa terjadi transisi besar pada angkatan kerja masa kini. Generasi baru lebih menyukai kebebasan, fleksibilitas, dan pekerjaan yang berdampak dan didorong oleh hasrat," katanya.

Baca juga: OJK Dorong Digitalisasi Usaha Mikro Kecil di Tanah Minang

"Hasilnya, orang-orang yang dulu bergantung pada pekerjaan kantoran kini memulai bisnis mereka sendiri yang dimungkinkan oleh teknologi dan kerja jarak jauh," ungkap Ricky.

Ia mengatakan, Solos ingin menjadi solusi terdepan bagi orang-orang yang memulai perjalanan ini, dan menjadi mitra yang membantu mereka sukses dalam bisnis mereka

"Solusi Solos diciptakan untuk membantu mereka mempersingkat waktu yang diperlukan untuk menyepakati transaksi, yang pada akhirnya menghasilkan lebih banyak pendapatan," katanya.

Siapa pun yang menjual keahlian, keterampilan, dan pengetahuan mereka adalah target pengguna Solos. Solos memberdayakan desainer grafis, penulis, tutor belajar, pelatih pribadi, instruktur yoga, konsultan PR, peneliti profesional, dan pakar strategi.

Baca juga: Tech Luncurkan Edufecta Gandeng 160 PTS di Indonesia untuk Percepat Digitalisasi Kampus

“Saat ini Solos fokus pada pertumbuhan di Indonesia. Kami saat ini berbasis di Bali karena kami percaya Bali adalah pusat bisnis yang tepat untuk freelancer, solopreneur, dan digital nomads,” jelas Ricky.

Bali adalah pusat bagi para digital nomads (orang yang bisa bekerja di manapun).

Menurut Ricky, ada banyak dari target pengguna Solos berada di Bali karena mereka ingin memiliki gaya hidup yang seimbang.

Mereka pergi berselancar dan melakukan yoga di pagi hari, membangun bisnis mereka di siang hari, dan kemudian memiliki kehidupan sosial yang hebat di malam hari.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Kawula Muda di Tangsel Manfaatkan Era Digitalisasi pada Bidang UMKM

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved