Capres 2024

Nasdem Akan Ajak PKS dan Demokrat Bentuk Tim Kecil untuk Pilih Capres

NasDem bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat akan membentuk tim kecil untuk pendalaman nama calon presiden 2024

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya. Dikabarkan, NasDem bersama PKS dan Demokrat akan membuat tim kecil untuk menentukan capres 2024. 

"Jika ada perubahan terkait hal itu, akan kami sampaikan kemudian," ujar Herzaky.

Ia menambahkan, saat ini, Demokrat masih terus aktif membuka komunikasi dengan seluruh partai politik, dan memang ada komunikasi dengan beberapa partai politik yang komunikasinya sudah sangat intens.

"Seperti yang teman-teman ketahui bersama. Sudah ada perwakilan dari kami yang mengemban amanah bertemu secara intens dengan perwakilan beberapa parpol itu, untuk mengarah kepada mutual trust dan kesepakatan koalisi," katanya.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkap hasil survei mengapa sejumlah partai tak kunjung berkoalisi.

Partai-partai tersebut di antaranya adalah Gerindra, PKB, NasDem, dan Demokrat.

Direktur CPA-LSI Denny JA, Ade Mulyana S.Sos, MM, mengungkapkan alasan pertama adalah kesulitan dalam menentukan leader antara Prabowo Subianto, Surya Paloh, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Pertama adalah sulitnya menentukan leader antara Pak Prabowo, Pak Surya Paloh, dan juga AHY yang pasti di belakangnya ada SBY," kata Ade Mulyana dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (6/7/2022).

"Ini tidak mengecilkan peran tokoh PKB dan PKS, tapi kira-kira dari tiga tokoh ini kita agak sulit juga menentukan siapa yang mau mengalah dipimpin oleh salah satu tokoh ini," imbuh dia.

"Kita lihat memang Pak Prabowo sudah berkali-kali mencalonkan sebagai capres dan cawapres. Kemudian ada Surya Paloh dan AHY yang memiliki SBY, mantan presiden selama dua periode di belakangnya. Jadi agak sulit sebetulnya di antara tiga tokoh ini untuk dipimpin salah satunya," kata Ade dalam konferensi pers virtual LSI Denny JA.

Alasan kedua adalah belum tuntasnya pemilihan siapa capres dan cawapres yang akan diusung. Mengingat dari tiap partai sudah memiliki tokoh masing-masing yang ingin diunggulkan menjadi capres dan cawapres.

Di antaranya adalah Prabowo Subianto sebagai capres harga mati bagi Gerindra, lalu NasDem dengan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Andika Perkasa sebagai bakal capres yang terpilih dalam Rakernas Nasdem.

Ada juga AHY yang bisa diusung menjadi cawapres dari Demokrat serta Muhaimin Iskandar yang juga bisa maju sebagai cawapres dari PKB.

Sedangkan alasan ketiga, masih adanya kemungkinan antara partai tersebut bergabung ke poros yang sudah ada.

Seperti kemungkinan Gerindra dan PKB bergabung dngan PDIP, serta kemungkinan Demokrat dan PKS bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved