Sabtu, 25 April 2026

Bisnis

Lebih Dihargai Mahal, Jaka Pilih Bisnis Pernak Pernik Budaya Betawi

Muhammad Pesten mampu membuat ondel-ondel yang laris manis, begitu juga dengan peci hingga golok betawi.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Lilis Setyaningsih
Tribun Tangerang/Rafzanjani Simanjorang
Sosok pengrajin ondel-ondel di Ciputat, Muhammad Pesten atau akrab disapa Jaka, warga Ciputat 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT -- Seringkali seseorang harus melakoni beberapa bisnis atau bahkan menjadi karyawan dulu untuk memulai usaha yang cocok. 

Hal tersebut juga dilakukanpengrajin ondel-ondel di Ciputat, Muhammad Pesten yang ternyata mantan karyawan kapal pesiar.

Menjadi karyawan kapal pesiar menuntunnya mengarungi  benua Amerika dan Eropa.

Namun, walaupun bisa mendatangi negara-negara di Benua Amerika dan Eropa serta digaji lumayan, belum cukup untuk betah menjalankan profesi itu berlama-lama. 

Baca juga: Tak Ingin Ondel-Ondel Jadi Pengamen Jalanan, Kini Diberi Wadah Manggung di Pusat Perbelanjaan

Baca juga: Geliat Kampung Ondel-ondel Kramat Pulo Senen

Di ruangan tokonya yang tak terlalu lebar, pria yang akrab disapa Jaka ini secara teliti merakit kulit bambu yang telah terpotong sehingga menjadi kerangka badan ondel-ondel.

Ia sembari mengisahkan masa lalunya bekerja di kapal pesiar dengan dermaga di Inggris (Southamton) hingga Italia.

"Tidak sampe tiga tahun dari 2010 sampai 2012 saya kerja di kapal, tapi akhirnya saya milih berwiraswasta biar dekat dengan keluarga," ujarnya kepada Warta Kota, Jumat (8/7/2022).

Jaka mengisahkan dirinya saat itu hanya tamatan SMK, namun ia rela mencari uang sendiri demi membayar sahabatnya sebagai guru les bahasa Inggris.

Baca juga: Kota Tangerang Semakin Berkembang, Potensial Untuk Bisnis Laundry

Baca juga: Bisnis Jual Beli Ijuk, Bahan Baku Semakin Langka, Namun Tetap Dicari Pembeli

Ia pun mencoba tes untuk jadi karyawan di kapal pesiar dan lolos.

Bekerja di kapal pesiar, Jaka mampu meraup kisaran Rp 9.000.000 ke atas per bulan.

Tak lama di kapal, ia pun memilih bekerja di darat dengan melamar di salah satu hotel ternama di kuningan dan lolos.

Nyaris diangkat jadi asisten manajer di hotel, Jaka justru tertarik untuk berwiraswata.

Awalnya ia ingin mendirikan usaha kuliner.

Namun ia melihat peluang lain di bisnis aksesoris betawi yang sulit ditemukan.

Ia beranggapan, barang tersebut  pasti dihargai mahal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved