Tangereang Raya

Guru Agama SMP di Kabupaten Tangerang Cabuli 3 Pelajar, Ancam Murid Dikeluarkan dari Ekstrakurikuler

Guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Tangerang Selatan menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap tiga siswanya.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Ramadhan LQ
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan (tengah) saat konferensi pers kasus pencabulan anak menunjukkan barang bukti, di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/7/2022). Dia mengatakan, tersangka pelaku pencabulan terhadap tiga siswa merupakan guru agama sekaligus pelatih ekstrakurikuler pramuka dan paskibra di SMP di Kabupaten Tangerang. 

TRIBUNTANGERANG.COM, KEBAYORAN BARU - Guru sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Tangerang menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap tiga siswanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, tersangka merupakan guru agama sekaligus pelatih ekstrakurikuler (ekskul) pramuka dan paskibra di sekolah itu.

"Identitasnya (inisial) AR berusia 28 tahun, pekerjaannya guru agama, kemudian pelatih ekskul terkait dengan pramuka dan paskibra," ujar Zulpan saat gelar perkara di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/7/2022).

Zulpan menjelaskan, terduga mencabuli tiga siswanya berinisial RPH (13), JRF (14), dan AHRJ (17).

"Korbannya ada tiga orang anak-anak di bawah umur. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki," kata Zulpan.

Kasus itu terjadi Selasa (12/7/2022) sekitar pukul 13.00 WIB di sekolah tersebut.

Berawal dari salah satu korban pencabulan bercerita kepada temannya. Ternyatanya, temannya itu juga mengalami hal sama.

"Kemudian diceritakan lagi kepada teman mereka yang ketiga, ternyata juga mengalami kejadian yang sama dengan waktu yang berbeda tentunya," tutur Zulpan.

Baca juga: Kak Seto Minta Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Kebayoran Lama

Baca juga: Kasus Pencabulan di Angkot M44 Berawal Korban Hendak Berangkat Kerja, Sempat Menampar Pelaku

Ketiga korban lantas menceritakan kejadian tersebut kepada guru lain di sekolah tersebut.

Lalu, guru menghubungi orangtua siswa itu untuk datang ke sekolah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved