Bantuan sosial

Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Hentikan Kasus Bansos 3,4 Ton Beras yang Ditanam di Depok

Kasus dugaan penimbunan beras bantuan sosial (bansos) di Depok, Jawa Barat, dinyatakan selesai.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Lilis Setyaningsih
Sekretariat Presiden
ilustrasi - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan bantuan sosial (bansos) bagi penerima manfaat dan pedagang di sejumlah pasar di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/4/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kasus dugaan penimbunan beras bantuan sosial (bansos) di Depok, Jawa Barat, dinyatakan selesai.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis.

"Kami hentikan (kasusnya)," ujarnya, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Polisi mengatakan, alasan kasus tersebut dihentikan karena tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu.

"Hasil pemeriksaan sampat saat ini tidak ditemukan unsur pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, pada waktu yang sama.

Zulpan mengatakan, beras bansos itu merupakan program bantuan dari Presiden untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

"Bantuan ini dimulai April sampai Desember 2020. Penyalurannya Kemensos bekerjasama dengan Bulog menunjuk vendor melalui mekanisme lelang sebagai penyalur," ujar Zulpan.

"Vendor pemenang bekerja sama dengan JNE untuk salurkan ke masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Polda Metro Jaya Besok akan Cek Lokasi Penimbunan Beras Bansos di Depok

Baca juga: Pemkot Tangerang Luruskan Terkait Temuan BPK Soal Kejanggalan Penyaluran Bansos 

Adapun beras yang ditemukan di Depok tersebut, kata dia, sebanyak 3,4 ton.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan oleh Krimsus Polda Metro Jaya dan Polres Depok.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved