Tangerang Raya

WNA Asal Jepang Jadi Tersangka Penipuan Dana Bansos Covid-19 Dideportasi

TPI Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, mendeportasi tersangka kasus dugaan penipuan dana bantuan sosial Covid-19  MT (48) ke Jepang.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Warga negara asing (WNA) asal Jepang, MT (berkemeja oranye) dideportasi ke negara asalnya atas kasus penipuan dana bantuan sosial Covid-19. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, mendeportasi tersangka kasus dugaan penipuan dana bantuan sosial Covid-19  MT (48) ke Jepang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta Muhammad Tito Andrianto mengatakan, deportasi WNA terhadap MT sebagai fungsi pengawasan dan penerapan hukum dari imigrasi. 

MT dipulangkan ke negara asalnya ke Jepang menumpang pesawat Japan Airlines (JAL) nomor penerbangan JL720, pukul 06.35 WIB.

"Tersangka MT dikenakan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa deportasi, karena terbukti melanggar aturan keimigrasian yakni pasal 75 Undang-Undang No.6 Tahun 2011," ujar Muhammad Tito Andrianto kepada awak media, Rabu (22/6/2022).

"Dengan dugaan membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati dan menaati peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Baca juga: 2 WNA Asal India Pakai Identitas Palsu Ditangkap Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Baca juga: 121 WNA Asal Afrika, Korsel, dan Jepang Dideportasi dan Dicekal Imigrasi Depok, Penyebab Overstay

Dalam proses pemulangan MT, Imigrasi Kelasi I Khusus TPI  Bandara Soekarno Hatta bekerja sama dengan pihak Direktorat Jenderal Kemigrasian, Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang, dan Interpool.

"Untuk memulangkan tersangka, petugas Imigrasi Soetta di lapangan bekerja sama dengan Tim dari Ditjen Imigrasi, Kedubes Jepang, Interpol serta pihak otoritas Bandara Soetta," kata dia.

Tito menjelaskan, izin tinggal MT telah dinyatakan gugur karena paspor tersangka telah dicabut Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang. 

MT masuk ke Indonesia pada tanggal 16 Oktober 2020 menggunakan Visa Izin Tinggal Terbatas (Vitas).

Selain itu, tersangka memiliki Kitas yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved