Obat Kedaluwarsa

Keluhan Orangtua Balita di Karang Tengah yang Dapat Obat Kedaluwarsa Tak Direspons Pemkot Tangerang

Tiga balita yang menjalani imunisasi, diberi obat kedaluwarsa. Peristiwa ini terjadi Kelurahan Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Balita berusia 2,5 tahun diberi obat penurun panas yang sudah kedaluwarsa seusai menjalani imunisasi di Posyandu Bunga Kenanga, Kelurahan Pondok Pucung, Kota Tangerang, Selasa (9/8/2022). Obat kedaluwarsa tersebut sempat diberikan ke si anak dan orangtuanyamenjadi sangat khawatir. 

TRIBUNTANGERANG.COM, KARANGTENGAH -- Tiga anak di bawah lima tahun yang menjalani imunisasi, diberi obat kedaluwarsa. Peristiwa ini terjadi Kelurahan Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Obat yang diberikan oleh petugas posyandu adalah obat penurun panas untuk antisipasi jika si anak mengalami demam sesudah diimunisasi.

Salah satu korban obat kedaluwarsa adalah Arkaan. Bocah berusia 2,5 tahun ini menjalani imunisasi di Posyandu Bunga Kenanga, Kelurahan Pondok Pucung, pada Selasa (9/8/2022) siang.

Seusai imunisasi, petugas posyandu memberikan obat kepada ibunda Arkaan, Widya Kurnia Rahayu (26). Obat tersebut adalah obat penurun demam untuk antisipasi jika Arkaan demam.

Widya mengaku memberikan obat tersebut kepada anaknya itu sebanyak dua. "Saya sudah dua kali kasih obat ini ke anak saya, yaitu pukul 12.00 WIB dan 16.00 WIB," ujar Widya Kurnia Rahayu saat diwawancarai Tribuntangerang.com, Rabu (10/8/2022).

"Enggak lama setelah itu saya baru tau ternyata obatnya sudah kedaluwarsa," ujar Widya.

Usai mengetahui hal tersebut, Widya dan sang suami mengaku sangat khawatir, cemas, takut akan dampak terhadap kesehatan buah hati mereka.

Pasalnya, kondisi Arkaan setelah mengkonsumsi obat itu mengalami demam tinggi, batuk, hingga muntah.

"Setelah anak saya minum obat kedaluwarsa itu langsung panik, pusing gak karuan, khawatir, taku terjadi apa-apa sama anak saya," kata dia.

"Soalnya anak saya ini nangis mulu, terus badannya panas sampai 38 derajat, batuk dan bahkan sampai muntah pukul 20.00 WIB," terangnya.

Widya yang panik saat itu pun mencoba mencari jawaban ataupun solusi atas permasalahan yang dialaminya.

Dia juga bertanya kepada ketua RW tempatnya tinggal, serta melaporkan ke layanan aduan Pemerintah Kota Tangerang.

Layanan aduan Pemkot Tangerang itu disampaikan Widya melalui akun Instagram Wali Kota Tangrang, Arief Wismansyah.

Kendati demikian, ia belum mendapat jawaban atas kekhawatiran yang dialami keluarga kecilnya itu.

"Saya langsung cari tau dampaknya itu bagaimana ke ketua RW, terus saya juga kirim pesan ke Instagram pak Arief, tapi enggak dijawab, akhirnya saya lapor pengaduan ke link yang tertera," ungkapnya.

"Tapi enggak langsung dibales, baru tadi pagi dijawab dan katanya mau ditindak lanjuti, tapi sampai sekarang belum ada saran ataupun arahan yang datang ke saya harus bagaimana," paparnya.

Akibat peristiwa yang dialaminya itu, Widya pun mengharapkan agar Dinas Kesehatan Kota Tangerang dapat memperbaiki kinerja dan memperketat pengawasan obat-obatan yang hendak disalurkan ke masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang pun diminta untuk tanggap terhadap setiap laporan yang masuk dan dikeluhkan oleh masyarakat.

"Gimana ceritanya obat bisa kedaluwarsa sampai 2 tahun, masa enggak ada pengecekan sama sekali sih sama Pemkot Tangerang," ucapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved