Kasus Brigadir J

Edwin Partogi Sebut 6 dari 7 Kejanggalan Dugaan Rudapaksa Putri Candrawathi, Apa Kejanggalan ke-7?

Ada tujuh kejanggalan terkait dugaan rudapaksa yang dialami Putri Candrawathi-istri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Rendy Rutama
Wakil Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu, Kamis (11/8/2022), menyebutkan enam dari 7 kejanggalan atas kasus dugaan rudapaksa terhadap Putri Candrawathi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ada tujuh kejanggalan terkait dugaan rudapaksa yang dialami Putri Candrawathi-istri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

Kejanggalan itu dikemukakan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menanggapi temuan dan rekomendasi Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM).

Komnas HAM telah menyerahkan hasil temuan dan rekomendasi dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat kepada Tim Khusus Polri.

Dalam laporan itu disebutkan sejumlah temuan, salah satunya menyebutkan dugaan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan bahwa  ada kejanggalan dari hasil temuan tersebut.

LPSK menyebutkan kejanggalan itu dalam 7 poin.

Pertama, kecil kemungkinan terjadi peristiwa pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi alias PC.

Alasannya, masih ada Kuat Maruf dan saksi Susi yang menjadi pekerja rumah tangga Putri Candrawathi saat kejadian itu di Magelang, Jawa Tengah.

Baca juga: Komnas HAM: ada Dugaan Kuat Kekerasan Seksual yang Dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi

Baca juga: 3 Alasan Putri Candrawathi Tidak Ditahan setelah Menjalani Pemeriksaan Konfrontir di Bareskrim Polri

"Yang tentu dari sisi itu kecil kemungkinan terjadi peristiwa, kalaupun terjadi peristiwa kan si ibu PC masih bisa teriak," ujar Edwin Partogi, Minggu (4/9/2022).

"Kedua, dalam konteks relasi kuasa. Relasi kuasa tidak terpenuhi karena J adalah anak buah dari FS (Ferdy Sambo). PC adalah istri jenderal," katanya lagi.

Menurutnya, dua hal biasanya terpenuhi dalam kasus rudapaksa, pertama relasi kuasa dan kedua pelaku memastikan tidak ada saksi.

Contoh relasi kuasa itu terjadi antara dosen dengan mahasiswa, orangtua dengan anak, artis dengan fans, bos dengan karyawan, rentenir dengan pengutang, dan lainnya.

Relasi kuasa bahkan bisa saja terjadi antara seseorang dengan orang yang disukai atau dikaguminya, walaupun tidak punya hubungan langsung.

"Yang lain, PC masih bertanya kepada RR (Ricky Rizal-tersangka pembunuhan Brigadir J-Red) ketika itu di mana Yosua."

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved