Kasus Brigadir J

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Keluhkan Peristiwa Ferdy Sambo dan Brigadir J Mencoreng Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kasus pembunuhan Brigadir J mencoreng dan menjadi pukulan berat Polri.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, kasus pembunuhan Brigadir J mencoreng dan menjadi pukulan berat Polri.

Listyo Sigit Prabowo mengatakannya saat bincang-bincang dengan jurnalis Budiman Tanuredjo dalam program Kompas TV, Kamis (8/9/2022).
 
Dia mengatakan bahwa peristiwa penembakan yang melibatkan mantan Kepada Divisi Profesi dan  Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Ferdy Sambo itu menjadi pukulan berat untuk institusi Polri.

Apalagi, kasus tersebut terjadi saat Polri sedang memperbaiki citra di tengah masyarakat selama beberapa tahun ini.

 Kapolri, proses yang menjadi Kapolri dan menjabat selama beberapa tahun di institusi tersebut.

Menurut dia, saat menjalani fit and proper test di DPR RI, citra Kepolisian ada di angka 74 persen.

Dia melaksanakan berbagai program transformasi Polri setelah dilantik menjadi Kapolri.

Program tersebut, kata Listyo, diawali dari mendengar aspirasi masyarakat. Citra kepolisian pun kata Listyo akhirnya naik menjadi 76 persen.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Berjanji Rekonstruksi Kematian Brigadir J akan Digelar Sesuai Fakta 

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ungkap Motif Irjen Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J

Menaikkan angka dua persen bukan perkara mudah, butuh kerjasama semua pihak di institusi Polri dari bawah hingga atas.

"Angka naik ke-76 persen itu pekerjaan berat, dan ini dilakukan oleh kita semua dari atas sampai bawah bareng-bareng," kata Listyo.

Namun, kata Listyo, saat kasus Ferdy Sambo terjadi, citra kepolisian merosot tajam menjadi 54 persen.

Peristiwa polisi tembak polisi menjadi pukulan berat bagi institusi kepolisian.

“Begitu ada peristiwa Sambo turunnya luar biasa jadi 54 persen dan ini pukulan buat kita,” ucapnya.

Apalagi untuk mengungkap kasus tersebut  melibatkan jenderal bintang dua kepolisian.

Selain memiliki pengaruh besar, Ferdy Sambo menyusun sejumlah skenario terkait keterlibatannya dalam pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved