Kasus Brigadir J

LPSK Belum Terima Pengajuan Justice Collaborator dari Bripka RR Tersangka Kasus Kematian Brigadir J

LPSK belum menerima pengajuan resmi dari Bripka RR sebagai justice collaborator yang menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Rendy Rutama
Wakil Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, LPSK belum menerima pengajuan resmi justice collaborator dari Bripka RR alias Ricky Rizal terkait kasus pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) belum menerima pengajuan resmi dari Bripka RR alias Ricky Rizal sebagai justice collaborator (JC), Senin (12/9/2022).

Bripka RR yang berstatus tersangka pembunuhan Brigadir J dikabarkan hendak mengajukan JC kepada LPSK seperti yang dilakukan Bharada E.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, LPSK belum menerima permohonan JC dari Bripka RR.

Meski begitu, kata Edwin, rencana pengajuan JC itu sudah diketahuinya sebelum gelar rekonstruksi kasus di rumah dinas Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, Selasa (30/8/2022) lalu.

"Sudah saya dengar sejak sebelum rekonstruksi terkait ingin mengajukan (JC), namun hingga kini belum," kata Edwin kepada awak media saat dikonfirmasi, Senin (12/9/2022).

Dia menambahkan, LPSK akan membuka layanan menerima laporan tersebut, baik untuk Bripka RR atau siapa pun yang hendak mengajukan JC.

"Secara umum, tersangka bisa saja ajukan JC sepanjang memenuhi persyaratan," ujarnya.

Baca juga: Polri Diminta Jelaskan secara Transparan 3 Kapolda yang Terlibat Rekayasa Kematian Brigadir J

Baca juga: Kuasa Hukum Nilai Bripka Ricky Rizal Lebih Pantas Dijadikan Saksi dalam Kasus Kematian Brigadir J

Sebelumnya, pengacara Bripka RR, Erman Umar mengatakan, kliennya menangis setelah bertemu istri dan keluarganya.

Lantas, Bripka RR memutuskan untuk membantah skenario Ferdy Sambo terkait pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Erman Umar mengatakan, Bripka RR berasal dari keluarga polisi dan minta Bripka RR untuk menyampaikan kebenaran.

"Kalau kamu tidak bicara benar nama baik bapak kamu yang juga polisi bisa tidak benar. Ingat anak kamu, bagaimana pun anak kamu, mau apa pembunuh atau apa," kata Erman kepada awak media, Jumat (9/9/2022) lalu.

Dia menambahkan, Bripka RR menangis saat bertemu keluarga dan memutuskan mempersiapkan permohonan justice collaborator ke LPSK.

"Itu dia mulai nangis, mulai itu udah terbuka. Tambah lagi saya masuk, saya siapin, surat JC," kata Erman Umar lagi.

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved