Pemilu 2024

Demokrat Wacanakan Koalisi dengan NasDem dan PKS, Berpotensi Capai 28,5 Persen Kursi di DPR

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono menyampaikan potensi Partai Demokrat pada Pemilu 2024 Mendatang

Tribun Tangerang/Fitriyandi Al fajri
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono bilang Demokrat berpotensi koalasi NasDem dan PKS 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Mujiyono membocorkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2022, di JCC, Jakarta Pusat.

Salah satunya, soal potensi koalisi Partai Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang. 

Kata dia, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menyampaikan simulasi peta koalisi untuk Pemilu 2024 mendatang.

Mujiyono bilang, Demokrat kemungkinan besar akan berkoalisi dengan beberapa partai politik di Tanah Air.

“Hasilnya Demokrat jika bersama Nasdem dan PKS akan menjadi koalisi terkuat,” ujar Mujiyono yang juga menjadi Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta ini pada Jumat (16/9/2022). 

Menurutnya, simulasi koalisi Demokrat-Nasdem-PKS berpotensi mencapai 28,5 persen kursi di DPR atau dengan kekuatan 163 kursi yang bisa menjadi kekuatan terbesar.

Kondisi ini, ungkapnya, memungkinkan peluang kuat pasangan yang diusung koalisi Demokrat-Nasdem-PKS akan menjadi pemenang pilpres 2024. 

Baca juga: Melihat Tanda-tanda Pemilu 2024 Bakal Curang, SBY Bertekad Turun Gunung

Baca juga: Didorong Jadi Wapres oleh Partai Demokrat, Anies Baswedan Bergeming

Selanjutnya, simulasi koalisi Golkar-PAN-PPP memperoleh kekuatan 25,87 persen dengan jumlah kursi 148 di DPR.

Namun dia menyebut, koalisi ini belum terlihat jelas siapa sosok pasangan yang akan diusung untuk Pilpres 2024 nanti. 

Sementara untuk simulasi koalisi Gerindra dan PKB hanya mendapat 23,25 persen dengan 136 kursi di DPR.

Sosok pasangan Capres/Cawapres yang terlihat dari koalisi ini, kata Mujiyono, tentu masing-masing ketua umumnya.

“Terakhir adalah PDIP dengan suara 22,38 persen atau memiliki 128 kursi di DPR. Dalam simulasi ini PDIP menjadi yang terlemah bahkan berpotensi ditinggalkan rakyat dengan kebijakan pemerintah selama 10 tahun ke belakang yang tidak pro rakyat,” ungkapnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved