Unjuk Rasa

Ada Demo Menolak Kenaikkan Harga BBM, Kawasan Ini Dipadati Pengunjuk Rasa

Partai Buruh dan sejumlah serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi dan long march di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022).

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Ign Prayoga
TribunTangerang.com/Nuri Yatul Hikmah
Massa buruh menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikkan harga BBM di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Partai Buruh dan sejumlah organisasi serikat pekerja menggelar aksi demonstrasi di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022).

Salah satu tuntutan demonstran adalah menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Untuk pengamanan wilayah, ribuan aparat keamanan diterjunkan ke lokasi unjuk rasa

"Ada 3.200 personel gabungan TNI, Polri, dan Pemda," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin, Rabu (12/10/2022).

Komarudin menuturkan bahwa para personel itu diturunkan di sejumlah titik untuk mengamankan aksi demonstrasi.

Diberitakan sebelumnya, Partai Buruh bersama sejumlah serikat pekerja akan lakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (12/10/2022), mulai pukul 10.00 WIB.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, aksi unjuk rasa akan diikuti ribuan orang dari Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Aksi juga dilakukan di 31 provinsi dengan titik aksi di kantor gubernur masing-masing provinsi.

"Kami akan mengorganisir demonstrasi besar-besaran pada tanggal 12 Oktober 2022. Untuk wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, sekitar puluhan ribu buruh, petani, nelayan, guru honorer, miskin kota, pekerja rumah tangga, dan aktivis gerakan sosial lainnya akan melakukan aksi di Istana Negara," jelas Said Iqbal dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022) malam.

Said menjelaskan, ada enam isu yang dituntut pada aksi unjuk rasa buruh Rabu siang, yakni menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), menolak Omnibus Law (UU Cipta Kerja), menaikkan UMK/P tahun 2023 sebesar 13 persen.

Tuntutan lainnya menolak PHK besar-besaran akibat ancaman resesi global pada tahun 2023, reforma agraria, tanah untuk petani, dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pekerja Rumah Tangga.

Said sampaikan, bahwa aksi unjuk rasa bakal berjalan dengan damai dan tertib.

Apabila enam tuntutan demo buruh tidak diperhatikan pemerintah, Saiq mengklaim akan ada aksi mogok buruh dalam skala nasional.

"Bisa dipastikan di pertengahan Desember 2022 mogok nasional, stop produksi, diikuti 3 juta sampai 5 juta buruh," ujar Said.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved