Sejarah Jakarta

Sejarah Jakarta, Menelusuri Jejak Portugis di Kampung Tugu, ada Banyak Anak Berwajah Indo Eropa

Pada sejarah Jakarta, wilayah Kampung Tugu berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Koja dan Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
Joko Supriyanto
Gereja Tugu menjadi salah satu sisa peninggalan Portugis di Kampung Tugu, Semper Barat, yang kerap didatangi wisatawan mancanegara. 

Fam Cornelis terdapat di Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing.

Fam Abrahams menetap di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing dan di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja.

Fam Andries ada di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing dan di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja.

Fam Quiko ada di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing dan di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja.

Fam Quiko ada di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing dan di Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja dan Fam Michiels berada di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, khususnya di RW 06 dan RW 09 yang bisa dikatakan sebagai Kampung Tugu kecil.

Perayaan natal kampung tugu atau yang dikenal sebagai kampung portugis memang tidak berbeda jauh dengan perayaan natal yang dilakukan jemaat lain yang melakukan natal.
Perayaan natal kampung tugu atau yang dikenal sebagai kampung portugis memang tidak berbeda jauh dengan perayaan natal yang dilakukan jemaat lain yang melakukan natal. (Joko Supriyanto)

Awalnya letak kampung tersebut hanya sekitar empat kilometer arah barat laut dari Pelabuhan Tanjung Priok. 

Kini, wilayah Kampung Tugu dikelilingi sejumlah bangunan industri. 

Dalam perkembangannya, warga keturunan Portugis berasimilasi dengan penduduk setempat. 

Akan tetapi, sebagian dari mereka masih melekatkan warisan leluhur, yang salah satunya ada pada sistem kekerabatan mereka. 

Misalnya, Nama marga masih digunakan hingga saat ini dan tetap diturunkan kepada anak-anak mereka. 

Baca juga: Sejarah Jakarta, Asal Usul Pasar Senen, Kerap Terjadi Kebakaran Bahkan sejak Zaman Batavia

Dari berbagai informasi diperoleh gambaran tentang jejak budaya yang menurut warga setempat masih melekat kekhasan Portugis dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di Kampung Tugu

Beberapa rumah bergaya Betawi dengan sentuhan Portugis masih berdiri. 

Rumah sering dijadikan sebagai tempat berkumpul untuk berlatih kesenian Keroncong Tugu. 

Mereka yang masih berdiam di Kampung Portugis di Jakarta ini masih menjalankan tradisi leluhurnya. Salah satunya adalah robo-robo. 

Tradisi tersebut digelar setiap tahun baru di Kampung Portugis Jakarta, berupa pertemuan antarkeluarga. 

Mereka mempertahankan bahasa Kreol Portugis atau Kreol Tugu yang banyak dipakai keturunan Portugis di Malaka. 

 

sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/pemberian-nama-anak-pada-komunitas-keturunan-portugis-di-kampung-tugu-jakarta/

https://perpustakaanbpnbjabar.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=2849&keywords=

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved