PHK
Facebook PHK 12 Ribu Pegawai, Dianggap Gagal Bersaing dengan TikTok
Disebut Gagal Bersaing dengan Tiktok, Facebook PHK 12 Ribu Pegawai, diterapkan Rabu (9/11/2022)
Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak hanya di perusahaan kecil, tapi juga perusahaan besar.
Facebook melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK 12 ribu karyawannya. Kebijakan PHK diterapkan Rabu (9/11/2022).
Dikutip dari Tribun-timur.com kebijakan PHK diambil Facebook lantaran prospek mengecewakan Facebook datang ketika perusahaan harus berpacu dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global serta bersaing melawan TikTok.
Berdasarkan informasi beredar, sebanyak 15 persen atau 12 ribu tenaga kerja perusahaan akan dipangkas pekan ini.
Selain itu, seorang karyawan juga mengatakan, manajer diseluruh perusahaan diminta untuk memilih setidaknya 15 persen dari tim mereka yang dikategorikan membutuhkan dukungan.
Sementara itu, mereka yang dianggap membutuhkan dukungan secara luas dianggap gagal memenuhi tujuan kinerja.
Karyawan ini kemudian dikenakan persyaratan baru di bawah rencana peningkatan kinerja (PIP) yang dipandang sebagai awal dari kehilangan pekerjaan.
"Ini mungkin terlihat seperti mereka pindah, tetapi kenyataannya mereka dipaksa keluar," kata seorang karyawan Facebook.
Pekan lalu, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan kepada karyawannya bahwa perusahaan telah membekukan perekrutan baru.
Dilansir dari New York Post, Sabtu (8/10/2022) Zuckerberg menyebut hambatan ekonomi yang memicu perusahaan untuk melakukan restrukturisasi.
"Kami berharap agar ekonomi dapat lebih stabil, tetapi dari apa yang kami lihat sepertinya belum, jadi kami ingin merencanakan agak konservatif," kata Zuckerberg.
Baca juga: Pemburu Wanita Muda di Facebook Dibekuk Polisi, Korbannya Lebih dari Lima
Baca juga: Disdukcapil Kabupaten Tangerang: Masyarakat Dilayani Lewat SMS, WhatsApp, Facebook dan Instagram
Zuckerberg juga menambahkan bahwa Meta akan memangkas anggaran di semua departemen dan anak perusahaannya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Di samping itu, penurunan ekonomi global dan adanya proyeksi suram di waktu yang akan datang juga memaksa perusahaan membatalkan rencana untuk memperluas jejak real estat komersialnya di New York.
Induk Facebook Meta pada bulan Oktober memperkirakan pendapatan yang lemah dan secara signifikan sehingga memprediksi lebih banyak biaya tahun depan.
Diketahui pada 30 September, Meta memiliki sekitar 87.000 karyawan di seluruh dunia di berbagai platform, yang meliputi situs media sosial Facebook dan Instagram serta platform berbagi pesan, WhatsApp.