Gempa Cianjur
BNPB Sarankan Warga Sukabumi dan Cianjur Susun Kaleng Kosong Secara Vertikal, Sebagai Alarm Gempa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyarankan warga Sukabumi dan Cianjur agar menyusun kaleng kosong secara vertikal sebagai alarm gempa
Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
RIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Pasca gempa bumi yang berpusat di Cianjur, Senin (21/11/2022), Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB menyarankan warga Sukabumi dan Cianjur agar menyusun kaleng kosong secara vertikal.
Hal itu sebagai mitigasi dan peringatan apabila kembali terjadi guncangan gempa yang melanda Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat.
Kapusdatinkom BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada gempa susulan dalam gempa di Cianjur, Jawa Barat.
Kata Abdul, belajar dari gempa darat yang terjadi di Lombok, Jawa Barat terjadi guncangan dua pekan kemudian dari gempa pertama.
Abdul menjelaskan bahwa yang terjadi di Cianjur pada Senin (21/11/2022) adalah gempa dangkal.
Di mana, kemungkinan gempa susulan sangat terbuka seperti peristiwa gempa di Lombok 2018 yang mana terjadi guncangan pertama 5,6 magnitudo lalu dua pekan kemudian 6,5 magnitudo.
Maka kata Abdul, diharapkan masyarakat bisa selalu siap siaga akan potensi gempa susulan. Misalnya saja dengan mencari informasi dari lembaga resmi pemerintah terkait gempa.
Selain itu, warga Cianjur dan Sukabumi juga diharapkan bisa menyusun kaleng bekas kosong secara vertikal di rumah.
Baca juga: Rasakan Guncangan Gempa 5,6 SR Cianjur, tak Membuat Pelayanan di RSUD Kota Tangerang Terganggu
Hal itu agar saat terjadi goyangan yang masih rendah, kaleng tersebut terjatuh dan menjadi alarm bagi warga untuk menyelamatkan diri.
“Jadi apabila malam hari kita sedang tidur atau istirahat itu kaleng jatuh dan kita bisa langsung evakuasi,” sarannya dikutip dari tayangan Kompas TV.
Diketahui sejumlah rumah di Cianjur, Jawa Barat roboh akibat guncangan gempa yang berada di darat.
Gempa tersebut juga mengakibatkan longsor dan membuat jalan terputus pada Senin (21/11/2022) siang.
Gempa Susulan
Pihak BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika) membaca ada 9 kali gempa susulan hanya dalam waktu 30 menit usai Gempa Cianjur, Senin (21/11/2022) siang.
Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang teradi di Cianjur, Jawa Barat terjadi pukul 13.21 WIB.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,6.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,86° LS ; 107,01° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar Cimandiri.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip.
Baca juga: INILAH Doa yang Bisa Dibaca saat Gempa Bumi, Memohon Keselatan dan Perlindungan Allah SWT
Gempa bumi ini dirasakan di Kota Cianjur dengan skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.
Selain itu gempa juga dirasakan di Garut dan Sukabumi IV - V MMI Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.
Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor dan Bayah dengan skala intensitas III MMI dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Kata Daryono, hingga pukul 13.50 WIB atau 30 menit dari BMKG, dilaporkan ada 9 aktivitas gempa susulan berdasarkan hasil monitoring BMKG. Di mana gempa susulan tertinggi dengan magnitudo M 4.0.
Diketahui sejumlah rumah di Cianjur, Jawa Barat roboh akibat guncangan gempa yang berada di darat.
Gempa tersebut juga mengakibatkan longsor dan membuat jalan terputus pada Senin (21/11/2022) siang.