Gempa Cianjur
Petirahan di Cianjur Ini Tetap Berdiri Tegak Meski Tanah di Sekelilingnya Longsor
Sebuah vila di Cugenang tetap berdiri meski tanah di sekelilingnya longsor akibat gempa Cianjur, Senin (21/11/2022).
Penulis: Desy Selviany | Editor: Ign Prayoga
TRIBUNTANGERANG.COM, CIANJUR - Sebuah vila selamat dari gempa yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).
Saat ribuan kubik tanah di sekelilingnya longsor, tempat tetirah tersebut tetap berdiri tegak.
Terletak di dekat jalan raya Cipanas-Puncak, petirahan itu tepatnya terletak di punggung sebuah bukit dan masuk wilayah Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.
Warga menyatakan bangunan yang utuh dan tanah di sekelilingnya merupakan properti milik Ganda Sugita, pengusaha bahan bangunan di kota Cianjur.
Ganda Sugita meninggal dunia sekitar tahun 1990-an.
Sejak awal didirikan, bangunan itu menjadi tempat peristirahatan atau vila pribadi keluarga Ganda Sugita. Warga pun memberi julukan rumah singgah GS.
"Bangunan itu itu milik GS, dari dulu dijadikan rumah singgah. GS itu nama pemiliknya," kata Yanto (62) warga Jalan Nagrak, Cugenang, saat dijumpai di lokasi longsor, Kamis (24/11/2022).
Yanto mengatakan bangunan itu didirikan sekitar tahun 1980-an. Awalnya GS membeli tanah kebun seluas sekitar 3 hektar di kawasan itu.
Pada lahan yang didominasi pepohonan rindang tersebut, GS kemudian membangun vila pribadi yang dilengkapi kolam renang.
Bangunan tersebut tidak pernah dijadikan tempat tinggal. Biasanya, keluarga GS datang ke vila tersebut hanya di akhir pekan.
GS juga memiliki hobi memelihara kuda. "Dulu kudanya banyak. Dulu ada kuda ketika mereka sering ke sini. Seminggu sekali ke sini," tambahnya.
Namun, belakangan GS jarang mengunjungi tempat tetirah itu. GS mempercayakan perawatan bangunan tersebut kepada seorang warga Cibereum, Cugenang.
Yanto tidak tahu mengapa GS dan keluarganya menjadi jarang ke vila.
"Kalau cerita mah banyak. Katanya ada tiga kali orang ngalungin golok ke GS. Mungkin itu yang membuat GS gak ke sini lagi," kata Ahman, tetangga Yanto.
Kabar yang didengar warga, GS juga kecewa karena si penjaga vila justru menebang dan menjual beberapa pohon di lahan tersebut.