Mayat di Citra Garden
Polisi Menduga Dian jadi yang Terakhir Tewas dalam Kematian Satu Keluarga di Citra Garden Kalideres
Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ, Kombes Pol Hengki Haryadi menduga orang terakhir yang meninggal yakni Dian,anak dari Rudiyanto dan Reni Margaretha
Penulis: Nurmahadi | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Kematian satu keluarga di Perumahan Citra Garden hingga kini masih menyimpan misteri.
Polisi pun masih menyelidiki kasus yang menyedot perhatian masyarakat tersebut.
Walaupun sedikit demi sedikit mulai terkuak. Namun Polisi belum merilis resmi kejadian tersebut.
Diketahui, tidak ada tanda-tanda kekerasan di empat mayat tersebut, dan waktu kematian yang berbeda-beda.
Sehingga yang terakhir wafat diyakini hidup dengan mayat di dalam satu rumah selama berbulan-bulan
Pasalnya Reni Margaretha ketahuan telah meninggal 13 Mei 2022.
Sementara rumah mereka didobrak karena warga tak tahan dengan bau busuk pada Kamis (10/11/2022)
Keempat mayat tersebut yakni Rudyanto Gunawan (71), Reni Margaretha Gunawan (68), Budyanto Gunawan (66), serta Dian (40)
Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ, Kombes Pol Hengki Haryadi menduga orang terakhir yang meninggal yakni Dian, anak dari Rudiyanto dan Reni Margaretha.
Dugaan itu muncul ketika polisi melihat posisi mayat dari Dian saat melihat kondisi mayat di TKP.
"Pada saat di TKP, posisinya adalah di dalam kamar bersama jemazah ibunya yang sudah terjadi mumifikasi, namun terlihat terawat," ucapnya saat dihubungi, Minggu (27/11/2022).
Hengki juga mengatakan, selain dari jenazah yang terawat, kasur yang menjadi alas tidur Dian pun nampak rapih.
"Maksudnya alas tidurnya rapih, kasurnya rapi. Ada kain di bawah jenazah ibunya. Dan jenazah dian ada di sebelahnya sambil memeluk guling. Dan kamar di kunci dari dalam," katanya.
Baca juga: 2 dari 4 Jenazah Sekeluarga Tewas di Citra Garden Sudah Termumifikasi, Tubuhnya Kering dan Susut
Baca juga: Polisi Ungkap Seluruh Bohlam di Rumah Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Dicopot Sejak Oktober
Tio (58) tetangga korban kepada Wartakotalive.com, mengaku sudah lama tidak mendengar adanya percakapan antar orang dalam keluarga tersebut sejak bulan Februari atau Maret.
Padahal sebelumnya suara keluarga tersebut kerap terdengar apabila sedang mengobrol. (m41)