Pemanasan Bumi
Tidak hanya di Film, Virus Zombi ada di Kutub Utara, Potensi Menyebar Saat Pemanasan Global
Akibat pemanasan global tidak hanya sekedar adanya kenaikan suhu bumi yang membuat es di kutub mencair tapi membangunkan virus yang ada di kutub
Penulis: Desy Selviany | Editor: Lilis Setyaningsih
TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Akibat pemanasan global tidak hanya sekedar adanya kenaikan suhu bumi yang membuat es di kutub mencair.
Namun, mencairnya es di kutub juga membuat virus berbahaya yang selama ini 'tertidur' di kutub akan hidup dari pembekuan.
Bahkan virus itu disebut virus zombi yang selama ini hanya dilihat lewat film.
Puluhan virus kuno berusia sekitar 48.500 tahun ditemukan.
Salah satu Virus Zombi disebut akan dapat menyebar luas apabila pemanasan global terjadi semakin parah.
Sebab Virus Zombi tersebut ditemukan di bawah Danau Siberia Rusia.
Virus itu terjebak di dalam es.
Meski terjebak di dalam es, peneliti menemukan fakta bahwa virus yang disebut Virus Zombi tersebut diduga masih hidup.
Puluhan virus kuno ini pun saat ini tengah diteliti oleh para ilmuan.
Termasuk apakah Virus Zombi ini masih hidup dan bisa menginfeksi orang.
Yang jelas penemuan virus kuno ini membuat pihak peneliti menyelidiki lebih lanjut tentang virus-virus yang ada di jaman dulu kala.
Dilansir dari Fortune, Rabu (30/11/2022), peneliti tidak sengaja menemukan kembali virus-virus purba melalui proses pencairan permafrost kuno.
Permafrost adalah tanah yang membeku yang biasa ditemukan di Kutub Utara, dan umumnya bekuan es itu berusia ribuan tahun.
Baca juga: Indra Bruggman seperti Orang Lumpuh Diduga Penyakit Lamanya Kambuh
Baca juga: Perut Makin Buncit, Risiko Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular Makin Besar
Pencairan permafrost kuno yang terjadi karena perubahan iklim dinilai dapat menimbulkan ancaman baru bagi manusia.
Menurut para peneliti yang menghidupkan kembali hampir dua lusin virus, termasuk salah satu virus yang membeku di bawah danau lebih dari 48.500 tahun lamanya.
Peneliti Eropa memeriksa sampel kuno yang dikumpulkan dari permafrost di wilayah Siberia Rusia.
Mereka menghidupkan kembali dan mengkarakterisasi 13 patogen baru, yang mereka sebut "virus zombie", dan menemukan bahwa mereka tetap menular meskipun sudah ribuan tahun terperangkap di tanah beku.
Tim peneliti dari Rusia, Jerman, dan Perancis mengatakan, risiko biologis menghidupkan kembali virus yang mereka pelajari sama sekali tidak berarti karena strain yang mereka targetkan mampu menginfeksi mikroba amoeba.
Potensi kebangkitan virus yang dapat menginfeksi hewan atau manusia jauh lebih bermasalah.
Kemudian, mereka memperingatkan bahwa pekerjaan mereka dapat diekstrapolasi untuk menunjukkan bahwa bahaya itu nyata.
“Ada kemungkinan permafrost kuno akan melepaskan virus yang tidak diketahui saat ini saat pencairan,” tulis mereka dalam sebuah artikel yang diposting ke bioRxiv repositori pracetak yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.
Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Puluhan Virus Kuno Berusia 48 Ribu Tahun Ditemukan di Siberia Rusia, Disebut Virus Zombie, https://banjarmasin.tribunnews.com/2022/12/02/puluhan-virus-kuno-berusia-48-ribu-tahun-ditemukan-disiberia-rusia-disebut-virus-zombie?page=2