Sabtu, 18 April 2026

Kasus Brigadir J

INI Pendapat Saksi Ahli Pidana Soal SP3 Kasus Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

Saksi Ahli Hukum Pidana dari Universitas Hasanuddin, Said Karim dihadirkan dalam persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Selasa (3/1/2023).

Penulis: Nurmahadi | Editor: Ign Agung Nugroho
Istimewa
Menurut Saksi Ahli Hukum Pidana dari Universitas Hasanuddin, Said KarimSP3 atau surat perintah penghentian penyidikan kasus pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi harus ditelaah. 

Jika tak ada visum, maka menurutnya masih ada alat bukti lain yang dapat digunakan dalam perkara kekerasan seksual.

Dia pun menyinggung keterangan dari saksi korban yang dalam kasus ini boleh dipercaya atau tidak.

Sebab peristiwa kekerasan seksual hanya disaksikan oleh pihak korban dan pelaku.

"Orang yang mendengarkan kabar ini punya hak mau percaya atau tidak," ujarnya.

Selain keterangan saksi korban, Said juga menyebutkan adanya keterangan ahli yang juga dapat dijadikan alat bukti selain keterangan saksi korban.

Hal tersebut menurutnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

"Misalnya ada keterangan ahli yang membenarkan itu atau ada alat bukti lain yang tertera di dalam pasal 184 KUHAP, maka menurut ketentuan hukum ini, menurut Undang-Undang 12 tahun 2022 ini sudah dapat membuktikan terjadinya tindak pidana," ujar Said. (m41)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved