Sidang Ferdy Sambo

Kuat Maruf Bacakan Nota Pembelaan, Akui Bodoh dan Mudah Dimanfaatkan Penyidik untuk Ikut BAP

Kuat Maruf terduga pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J membacakan nota pembelaan atau pleidoi.

Editor: Jefri Susetio
Tribun Tangerang/Nurmahadi
Terdakwa Kuat Maruf memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022). Kuat Maruf terduga pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J membacakan nota pembelaan atau pleidoi. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Kuat Maruf terduga pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J membacakan nota pembelaan atau pleidoi.

Pembacaan pleidoi itu atas tuntutan 8 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saya akui yang mulia saya ini bodoh, saya dengan mudah dimanfaatkan oleh penyidik untuk mengikuti sebagaian BAP dari Richard," ujar Kuat Maruf dalam persidangan, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Kejinya KKB, Tembak Tukang Ojek yang Mencari Nafkah di Kabupaten Puncak, Jenazah Sudah Dievakuasi

Dalam pleidoi yang dibacakan pada sidang Selasa (24/1/2023) di Pengadilan Negari (PN) Jakarta Selatan mengaku kekurangannya tidak mudah tanggap.

Kendati begitu, Kuat Maruf secara yakin menyatakan ia bukanlah pribadi yang tega dan sadis.

Karena itu, tuduhan atas dakwaan jaksa terhadap dirinya atas perkara yang membuat dirinya binggung dan tidak mengerti.

Kuat Maruf menyampaikan, tuntutan JPU terkait motif pembunuhan Brigadir J karena perselingkuhan tidak benar alias imajinasi.

Hal ini disampaikan Irwan Irawan, kuasa hukum Brigadir J saat membacakan nota pembelaan atau pleoi kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (24/1/2023).

"Tuduhan perselingkuhan antara saksi Putri Candrawathi dan korban hanyalah imajinasi picisan (jaksa) penuntut umum," ujarnya saat memberikan keterangan pada media.

Sebelumnya JPU menyatakan Putri Candrawathi, istri dari Ferdy Sambo berselingkuh dengan Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.

Padahal dari pengakuan di persidangan Putri Candrawathi bilang Brigadir J melakukan pelecehan seksual.

Menurut Irwan Irawan perselingkuhan itu hanya berdasarkan tes poligraf. Padahal, keterangan dari Kuat Maruf dan Susi melihat Putri Candrawathi tergeletak lemas di kamar.

“Dan tidak berdaya akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh korban,” katanya.

Baca juga: Kuasa Hukum Kuat Maruf Bilang Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Brigadir J Imajinasi Jaksa Aja

Bukan Orang Sadis.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved