PPKM Dicabut, Arus Mudik dan Libur Imlek Tahun 2023 di Bandara Soekarno-Hatta Meningkat 406 Persen

Pergerakan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang melonjak 406 persen selama libur Imlek 2023.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Jefri Susetio
Wartakotalive.com-TribunTangerang/Gilbert Sem Sandro
Pergerakan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang melonjak 406 persen selama libur Imlek 2023. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Pergerakan penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang melonjak 406 persen selama libur Imlek 2023.

Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Muhammad Tito Andrianto mengatakan, jumlah penumpang luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta pada masa arus mudik dan libur Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili mencapai 312.414 orang.

Pergerakan ratusan ribu penumpang luar negeri itu merupakan jumlah gabungan sejak periode Sabtu (14/1/2023) hingga Senin (23/1/2023) kemarin.

Baca juga: Ferdy Sambo Beberkan Unek-unek di Penjara saat Nota Pembelaan: Suram, Sepi dan Gelap

"Berdasarkan data sistem perlintasan imigrasi selama 10 hari arus libur Imlek 2023, terdapat 312.414 orang melintas masuk dan keluar wilayah Indonesia," ujar Muhammad Tito Andrianto kepada awak media, Selasa (24/1/2023).

"Dari 312.414 penumpang itu, tercatat 162.722 orang memasuki wilayah Indonesia. Dan, 149.692 orang lainnya melintas keluar wilayah Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Tito mengungkapkan, jumlah pergerakan penumpang luar negeri tersebut meningkat drastis dibanding dengan periode libur Imlek tahun 2022.

Dalam periode arus mudik dan liburan Imlek pada tanggal 28 Januari hingga 6 Februari 2022, pergerakan penumpang luar negari hanya berjumlah 61.650 orang.

"Jumlah penumpang Internasional pada musim liburan Imlek kali ini meningkat sangat signifikan, hingga 406,75 persen. Jika dibandingkan selama periode yang sama di Tahun 2022," ujarnya.

Lebih lanjut, ia bilang beberapa penyebab tingginya jumlah pergerakan penumpang luar negeri pada musim libur Imlek 2023.

Seperti situasi pandemi Covid-19 yang terus membaik hingga dicabutnya kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi faktor yang mendukung meningkatnya perlintasan masyarakat.

Seperti yang diketahui, dalam dua tahun terakhir, pemerintah membatasi berbagai kegiatan masyarakat sebagai upaya menekan angka kasus Covid-19.

Pembatasan kegiatan tersebut juga tanpa terkecuali dalam perayaan tahun baru China atau Imlek yang pada umumnya dirayakan dengan begitu meriah oleh umat Tionghoa.

"Dengan demikian dapat kita asumsikan, bahwa dalam libur Tahun Baru Imlek 2023 ini lebih banyak masyarakat yang memilih liburan di Indonesia, bisa jadi karena pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarga," katanya.

"Hal ini dipengaruhi juga oleh posisi Hari Raya Imlek yang bertepatan di akhir pekan dan adanya penambahan cuti bersama," ujarnya.

Menurutnya, tren puncak kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri terjadi pada satu minggu sebelum perayaan Imlek, yakni pada Minggu (15/1/2023) dengan 13.406 orang.

Baca juga: Ferdy Sambo Sebut Media Framing dan Produksi Hoaks Tarkait Kasus Pembunuhan Brigadir J

Sementara untuk puncak kedatangan Warga Negara Asing (WNA) terjadi pada H-2 Imlek, yaitu Jumat (20/1/2023) dengan jumlah 5.866 penumpang.

"Tidak seramai di arus kedatangan, puncak pergerakan penumpang keberangkatan internasional WNI terjadi pada Sabtu (21/1/2023) dengan 12.275 penumpang," ucapnya.

"Sedangkan puncak pergerakan WNA meninggalkan wilayah Indonesia terjadi pada Kamis (19/1/2023) dengan jumlah 5.177 pelintas," kata Muhammad Tito Andrianto.

(m28)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved