Selasa, 14 April 2026

Duduk Perkara Satpam di Bekasi Minta Copot Bendera Palestina, Berujung Minta Maaf Hingga Dipecat

Beberapa waktu lalu media sosial (medsos) dihebohkan dengan video percekcokan antara satpam Apartemen di Kota Bekasi dengan seorang kurir.

Editor: Joko Supriyanto
TribunJakarta.com/Yusuf
Kendaraan yang dipasang bendara Palestina milik seorang kurir paket bernama Tentara Juantoro (28). 

TRIBUNTANGERANG.COM, BEKASI - Beberapa waktu lalu media sosial (medsos) dihebohkan dengan video percekcokan antara satpam Apartemen di Kota Bekasi dengan seorang kurir.

Keduanya cekcok karena masalah bendera Palestina yang terpasang di kendaraan boks roda tiga milik kurir yang diketahui bernama Tentara Juantoro (28).

Duduk permasalah ini berawal ketika Tentara Juantoro (28) mengantar paket di Apartemen Spring Lake Summarecon Bekasi pada Rabu (8/11/2023).

Dikendaraan Tentara kala itu memang terpasang bendera Palestina sebagai upaya bentuk dukunganya mengenai konflik yang terjadi antara Israel-Palestina.

Mulanya ketika masuk ke Apartemen tersebut memang tidak ada masalah, ia juga memarkirkan kendaraanya seperti biasa, ketika ia datang ke Apartemen tersebut.

"Saya masuk ke dalam (Apartemen) selesai itu saya keluar mau ke bentor (kendaraan boks roda tiga) saya, terus tiba-tiba saya liat bendera (Palestina) enggak ada gak lama sekuriti (pelaku) datang," kata Tentara, dikutip Tribunjakarta.com, Kamis (9/11/2023). 

Baca juga: 10 Ribu Rakyat Palestina Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Serangan Israel, 80 Persen Anak-anak

Ketika dihampiri oleh oknum Satpam setempat, Satpam tersebut mengaku jika telah mencopot Bendera Palestina yang memang terpasang di kendaraanya.

Dia berujar jika, bendara tersebut sengaja dicopot karena mendapatkan komplain oleh seorang penghuni apartemen yang tidak menyukai pemasangan bendera tersebut di lingkungan Apartemen.

"Dicopot ditaro jok, terus saya tanya kenapa dicopot, dia bilang ada penghuni yang enggak suka saya pasang bendera Palestina," jelas Tentara. 

Bendera Kembali Dipasang

 Setelah pencopotan paksa bendera Palestina, Tentara keluar kawasan Apartemen Spring Lake menuju gudang. 

Di gudang, Tentara kembali memasang bendera Palestina. Kali ini dia menggunakan kabel ties untuk mengikat bendera agar tidak mudah dicopot. 

"Nah pas saya masuk lagi ke apartemen, sekuriti yang tadi datang, 'bang lepas benderanya' saya enggak mau," ungkapnya. 

Baca juga: Relawan MER-C Indonesia Menyebut Suara Azan Tak Lagi Terdengar di Gaza

Tentara waktu itu kukuh tak mau menuruti permintaan sekuriti, perdebatan pun terjadi sampai petugas keamanan tersebut mengusir sang kurir keluar. 

"Terus dia bilang 'keluar kamu', abis itu saya ambil HP, saya rekam, udah kelanjutannya begitu saya dikejar terus sampe dalem seperti yang di video," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved