Erupsi Gunung Marapi

Pencarian Korban Erupsi Gunung Marapi Ditutup, Siska Afrina Jadi Pendaki Terakhir yang Dievakuasi

Pencarian korban erupsi Gunung Marapi di Sumatra Barat resmi ditutup pada Kamis (7/12/2023), 75 korban berhasil ditemukan.

Editor: Joko Supriyanto
TribunPadang.com/Rezi Azwar
evakuasi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Marapi Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (5/12/2023). 

TRIBUNTANGERANG.COM - Pencarian korban erupsi Gunung Marapi di Sumatra Barat resmi ditutup pada Kamis (7/12/2023).

Hal ini setelah sebanyak 75 orang pendaki yang terjebak saat erupsi Gunung Marapi sudah berhasil di evakuasi.

Dari 75 pendaki tersebut tercatat 52 orang selamat dan 23 orang meninggal dunia.

Siska Afrina (22) menjadi pendaki terakhir yang berhasil dievakuasi oleh petugas.

Dikutip TribunPadang.com di posko utama, petugas sudah bersiap menyusun barang-barangnya di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Para petugas gabungan mulai membuka tenda-tenda yang telah terpasang dan menyusun peralatan yang dibawa selama operasi SAR penyelamatan serta evakuasi korban erupsi Gunung Marapi.

Usai merapikannya, petugas memasukkan barang-barang ke atas kendaraannya untuk bersiap meninggalkan lokasi posko utama operasi SAR erupsi Gunung Marapi.

Baca juga: Dua Personel Polisi Polda Sumbar Ikut Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Berikut Identitasnya 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik mengatakan, penutupan operasi SAR ini dilaksanakan tadi malam. 

Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas gabungan yang telah membantu proses evakuasi korban.

"Hingga tadi malam sebelum operasi SAR ditutup, tidak ada laporan masyarakat yang diterima di posko utama," kata Abdul Malik.

Senada, Kasi Ops Kantor SAR Padang, Hendri mengatakan, operasi SAR telah ditutup dan petugas gabungan akan kembali ke satuan masing-masing.

"Kita akan kembali ke satuan masing-masing, tadi ada apel untuk mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang tergabung dalam pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Marapi," kata Hendri.

Hendri mengatakan terkhusus untuk Basarnas diturunkan petugas dari Kantor SAR Padang, Pos SAR 50 Kota, Kantor SAR Jambi, dan Kantor SAR Pekanbaru.

Sosok Siska Afrina

Siska Afrina (22) menjadi pendaki gunung Marapi terakhir yang berhasil dievakuasi tim SAR pada Rabu (6/12/2023).

Siska ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu sore di sekitar kawah, tepatnya di dekat kawasan Taman Adelwise.

Korban terakhir tercatat sebagai mahasuswa Universitas Negeri Padang.

"Ini yang terakhir bernama Siska Afrina. Merupakan mahasiswa yang kita tunggu-tunggu dari tadi malam sampai hari ini," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni UNP, Refnaldi, dikutip Kompas.com

Refnaldi mengatakan, Siska Afrina berangkat naik ke Gunung Marapi bukan dalam rangka kegiatan resmi dari kampus.

Sahabat dan keluarga terpukul

Meninggalnya Siska menyisakan duka bagi rekan-rekannya. Salah satunya adalah Annisa. Annisa tak behenti menangis saat jenazah Siska tiba di RS Ahmad Mochtar hingga dibawa pulang ke Solok Selatan.

Perempuan muda tersebut mengaku mengenal baik Siska karena bersama selama 3 tahun di SMA dan mereka masih bersaudara.

Saat jenazah Siska akan digotong ke ambulans, Annisa lagi-lagi menangis dan mengusap air mata.

"Elok-elok (hati-hati) pulang, Ka. Sampai-sampai pulang, yo (ya)?," ucapnya lirih.

11 Hari Jelang Wisuda

Siska ditemukan dalam kondisi meninggal pada 11 hari jelang wisuda di Universitas Negeri Padang (UNP).

Bahkan ia sempat membawa selempang wisuda ke atas puncak Gunung Marapi.

Genta Dwi Suka, adik tingkat korban mengatakan Siska adalah mahasiswi angkatan 2019 di Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang.

"Siska ini merupakan senior saya di kampus yang sudah menyelesaikan ujian dan sudah menuntaskan persyaratan untuk wisuda," kata Genta.

Baca juga: Daftar 47 Pendaki Saat Erupsi Gunung Marapi di Sumbar, 28 Orang Proses Evakuasi

Kata dia, Siska Afrina dijadwalkan akan diwisuda pada Minggu (17/12/2023). 

"Toga untuk wisuda sudah ada dan ditinggalkan di kosannya sedangkan salempang wisudanya dibawa naik pada saat mendaki," kata Genta.

Sementara itu ayah Sika, Maswardi nampak berusaha menyembunyikan kesedihannya.

Bola matanya berkaca-kaca saat menunggu jenazah sang putri bungsunya selesai diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.

Ia keluar dari ruangan instalasi forensik dan medikolegal dengan rona wajah hampir sama dengan sebelumnya, namun sesekali tatapannya tampak kosong. "

Bersih, bersih," kata Maswardi menjawab pertanyaan-pertanyaan kerabatnya tentang kondisi tubuh jenazah Siska.

Meskipun didera kesedihan, Maswardi tetap bersyukur kondisi tubuh jenazah putri bungsunya yang tetap utuh.

"Alhamdulillah, meskipun yang terakhir ditemukan, tapi kondisinya mungkin yang paling baik," ujar dia.

Baca juga: Pasca Erupsi, Gunung Marapi di Kabupaten Agam Berstatus Awas 

Bagi Maswardi, putri bungsunya ialah sosok yang luar biasa dan tak bisa menggambarkan begitu cinta dan kebanggaannya pada Siska.

Ia menyebut Siska memang seorang pencinta alam dan bukan kali ini saja putrinya mendaki gunung.

Sebelumnya, Gunung Kerinci juga pernah didaki oleh anaknya.

Siska akan dimakamkan di kampung halamannya di Muaro Labuah, Kabupaten Solok Selatan.

(Tribunnews.com/Kompas.com)

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved