Berita Viral
Bule Cantik yang Pamer Bokong di Lembah Widodaren Gunung Bromo Kena Sanksi Adat Suku Tengger
Selain diwajibkan meminta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya, ketiganya dikenai sanksi adat oleh warga suku Tengger.
TRIBUN TANGERANG.COM, PASURUAN- Tiga orang bule asal Belanda melakukan aksi tidak senonoh di Lembah Widodaren, Gunung Bromo. Dari ketiga pelaku, dua di antaranya adalah perempuan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun mareka adalah Martjin Jacob Johhanes, Sem Elisabeth Maria Fransisca, dan Nina Petronella Jacoba Maria.
Selain diwajibkan meminta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya, ketiganya dikenai saksi adat oleh warga suku Tengger.
Mereka dikenai sanksi berupa ritual adat, seperti menyiapkan sesajen dan hasil bumi tidak hanya dilakukan oleh wisatawan asing, namun juga berlaku kepada pelaku usaha Jeep.
Kepala Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sunaryono mengatakan, sejatinya masyarakat atau tokoh suku Tengger memang sangat menyayangkan adanya hal tidak pantas dilakukan oleh wisatawan itu.
Namun, kata Sunaryono, kembali lagi, wisatawan asing itu merupakan tamu. Meskipun begitu, tuan rumah yang dalam hal ini pelaku usaha Jeep ataupun pelaku usaha lainnya tetap harus mengawasi.
"Ibaratnya kita yang punya rumah, dan turis itu tamu dan anggota keluarganya itu ya supir Jeep dan pelaku usaha lainnya. Kalau tamu ke rumah terus dibiarkan, tamu itu akan berbuat seenaknya," kata Sunaryono, Kamis (30/5/2024).
Dengan kejadian tersebut, Sunaryono berharap, kedepannya bagi para pelaku usaha di sekitar kawasan Gunung Bromo untuk tetap menjaga kesucian tanah Bromo, baik secara fisik ataupun non fisiknya.
• Aksi Pamer Bokong di Gunung Bromo Viral, 2 Bule Cantik dari Belanda Minta Maaf Tak Mau Ulangi Lagi
"Kejadian tadi (Foto Turis pamer bokong) saya anggap seperti membuat kotoran, dan kotoran itu harus dan wajib dibersihkan oleh pelakunya, siapa saja yang terlibat di dalamnya (Turis, supir Jeep dan toledernya)," pungkasnya.
Diketahui, aksi kurang terpuji dan tak pantas ditiru dilakukan oleh tiga wisawatan mancanegara atau wisawatan asing saat berkunjung ke Gunung Bromo.
Ketiganya asik berfoto ria dengan pose menunjuk bagian tubuh yang tak elok dipandang dan bahkan bisa membuat geleng-geleng kepala.
Ketiga wisatawan asing atau turis itu berfoto ria di atas Jeep dengan background pegunungan dengan menunjukkan pantatnya ke kamera dan memalingkan wajahnya ke arah kamera sambil tertawa puas.
Aksi tersebut diketahui setelah salah seorang pelaku usaha Jeep memposting foto turis tersebut di story WhatsApp (WA), kemudian menyebar.
3 Bule Pamer Bokong di Gunung Bromo
Tiga bule Belanda yang terdiri dari seorang pria dan dua wanita melakukan aksi tak senonoh di Gunung Bromo. Ketiganya berfoto dengan gaya yang tidak pantas yakni dengan menunjukkan bokong mereka.
Aksi itu dilakukan saat mereka sedang berfoto ria dari atas jeep yang menjadi kendaraan khusus di gunung Bromo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun mareka adalah Martjin Jacob Johhanes, Sem Elisabeth Maria Fransisca, dan Nina Petronella Jacoba Maria.
Sedangkan foto diambil rekan mereka bernama Merijn Willem Jan yang juga berasal dari Belanda.
Aksi mereka pun viral setelah foto pamer bokong di Gunung Bromo tersebarar.
Tim unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Probolinggo langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setelah mendatangi lokasi bersama anggota Polsek Sukapura, dipastikan jika pegunungan yang jadi background foto tiga warga negara asing (WNA) berpose tak senonoh di atas Jip itu berada di wilayah Pasuruan, tepatnya latar belakang Lembah Widodaren.
Kasatreskrim Polres Probolinggo Iptu Fajar Putra Adi Winarsa membeberkan kronologi 3 turis asing foto pamer bokong di atas Jip itu.
Menurutnya, kejadian pada Kamis (30/5/2024), sekitar pukul 9.00 WIB.
"Pasca viral, tiga WNA dan sopir Jip telah kami mintai klarifikasi atas kejadian itu. Ketiganya juga sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf serta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," kata Iptu Fajar.
Sementara kronologi awal kejadian, lanjut Iptu Fajar, bermula ketika rombongan WNA sebanyak 16 orang berangkat dari Malang untuk tour wisata di Provinsi Jawa Timur pada Rabu (29/5/2024).
Keesokan paginya, lanjut Fajar, 6 WNA masuk pintu Cemorolawang mengendarai Jip Nopol B 2266 IM warna putih dan Jip nopol D 1028 VCI warna merah dengan rute tour Bromo Penajakan 1 wilayah Pasuruan, Lembah Widodaren dan Kawah Gunung Bromo.
Dari Penajakan sekitar pukul 8.30 WIB, menurutnya, rombongan minta spot foto di Lembah Widodaren.
Kemudian, 3 orang WNA itu naik ke atas Jip warna merah serta meminta untuk difotokan oleh rekan sesama WNA dengan pose tidak senonoh.
"Aksi WNA tersebut kemudian difoto oleh salah seorang sopir Jip secara diam-diam dan kemudian disebar ke grup WhatsApp miliknya, hingga akhirnya viral di jejaring sosial," terang Fajar.
Viral, Perempuan Labrak Pelaku yang Gunakan Fotonya untuk Menipu di MiChat |
![]() |
---|
Kasus Order Fiktif Massal di Cipulir Jakarta Selatan Viral, Polisi Turun Tangan |
![]() |
---|
Pemobil yang Viral Ngaku Aparat dan Bawa Pistol di Tangsel Ternyata Jaksa, Kejagung Minta Maaf |
![]() |
---|
Warga Pati Alihkan Demo 50 Ribu Orang Turunkan PBB 250 Persen Menjadi Demo Pencopotan Sudewo |
![]() |
---|
Aksi Habis Manis Sepah Dibuang Sudewo, Dulu Bilang Ogah Naikkan Pajak, Kini Wacakan PBB 250 Persen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.