Rabu, 15 April 2026

7 Fakta Kematian Dimas Yonathan Tarigan yang Tewas Tergantung di Flyover Cimindi

Berdasarkan saksi mata, warga baru mengetahui ada orang gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB setelah matahari mulai terbit.

Editor: Joseph Wesly
istimewa
Identitas mayat pria yang tergantung di Flyover Cimindi, Jumat (28/6/2024) dini hari terkuak. Korban adalah Dimas Yonathan Tarigan. 

TRIBUN TANGERANG.COM, BANDUNG- Warga Kota Bandung dan Cimahi dikejutkan dengan sesosok mayat yang tergantung di Flyover Cimindi, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (28/6/2024) dini hari.
Berdasarkan saksi mata, warga baru mengetahui ada orang gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB setelah matahari mulai terbit.
Warga yang kaget langsung melaporkan temuan itu ke Damkar. Tak lama berselang Damkar datang dan mengevakuasi jenazah.
Berdasarkan informasi, mata dan mulut jenazah pria muda tersebut dilakban hitam. Jenazah menggunakan jaket hitam dan celana hitam.
Kini terkuak identitas mayat tersebut. Korban bernama Dimas Yonathan Tarigan.
Korban ternyata seorang guru yang mengajar di SMK Sangkuriang Cimahi. Murid dan guru yang mengenalinya pun memanjiri komentar di akun istagram Dimas.
Mereka kaget dan menyayangkan aksi tersebut. Para murid merasa sosok Dimas adalah guru yang ceria dan disukai para siswa.
Dihimpun TribunTangerang ini 7 Fakta kematian Dimas Yonathan Tarigan di Fly Over Cimindi:
1. Gantung Diri di Jembatan
Warga Kota Bandung dan Cimahi dikejutkan dengan sesosok mayat yang tergantung di Flyover Cimindi, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (28/6/2024) dini hari.
 
Berdasarkan saksi mata, warga baru mengetahui ada orang gantung diri sekitar pukul 05.00 WIB setelah matahari mulai terbit.
2. Guru Bahasa Indonesia

Dimas Yonatahan Tarigan diketahui adalah guru di SMK Sangkuriang 1 Cimahi

Guru dan Murid di SMK Sangkuriang 1 Cimahi berbondomg-bondong meningalkan pesan haru di akun instagram Yonathan.

"Kasihan, guru di SMK Sangkuring ngajar Bahasa Indonesia kelas 10, bapaknya kerja di rumah sakit,” kata akun @Ratu Sejagat.

“Karena apa masalahnya? Dan kenapa bunuh dirinya, mata ditutup dan mulutnya (ditutup),” katanya lagi.

Hal tersebut disampaikan pihak sekolah dalam status instagramnya @smksangkuriang1.official pada Jumat (28/6/2024) malam.

Dalam unggahannya, pihak sekolah menyampaikan terima kasih kepada Jo.

Mewakili pihak sekolah, admin pun menyampaikan selamat jalan kepadanya.

"Terimakasih atas warna indah yang kau tebarkan... Kebaikan dan kasih sayang mu akan selalu menjadi cerita indah untuk kami....," tulis admin @smksangkuriang1.official.

"Kami akan selalu merindukanmu gelak tawa dan kecerianmu, Selamat jalan dari kami yang menyayangimu...," tambahnya.

Postingan tersebut pun disambut ramai masyarakat, khususnya keluarga besar SMK Sangkuriang 1 Cimahi.

Para guru dan siswa SMK Sangkuriang 1 Cimahi menyampaikan beragam pesan mengharukan.

Tak hanya itu, sejumlah teman seangkatan Jo, alumni SMK Sangkuriang 1 Cimahi lulusan 2011-2012 pun menyampaikan doa atas kepergian rekan mereka.

@wheniannisha: Pak Jo saya gak kenal bapak, tapi murid-murid di sini banyak yang sayang dan sangat kehilangan Pak Jo. Saya alumni angkatan 28 yang juga bagian dari keluarga SMK sangkuriang 1 Cimahi, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya

@rimawulandr_: Sebagai Alumni lulusan 2011-2012 saya turut berduka cita

@christinenatalia98: Baru tau kalau ternyata Pak Jo itu guru dari almamaterku. Rest in peace pak, Turut berduka cita sedalam2nya

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved