Selasa, 14 April 2026

Keluarga Rela Makam Afif Maulana Dibongkar demi Ungkap Kebenaran

Meski berat orang tua korban rela makam putranya dibongkar demi terungkapnya kasus.

Editor: Joseph Wesly
(DOK. LBH PADANG via BBC Indonesia)
Afrinaldi (36, kanan) dan Anggun (32) berfoto dengan potret Afif Maulana (13), di kantor LBH Padang, Kota Padang, Sumatera Barat. 

TRIBUN TANGERANG.COM, PADANG- Keluarga Afif Maulana, siswa SMP  yang ditemukan tewas di Padang siap membongkar makan korban bila diperlukan.

Meski berat orang tua korban rela makam putranya dibongkar demi terungkapnya kasus.

Indira Suryani perwakilan LBH Padang mengatakan kesediaan pihak keluarga untuk membongkar kuburan Afif Maulana untuk membuat terang perkara tewasnya bocah 13 tahun tersebut yang diduga meninggal akibat dianiaya.

Diketahui sampai saat ini pihak keluarga belum mendapatkan salinan rekaman CCTV serta hasil otopsi jenazah Afif Maulana dari Polda Sumbar.

“Kemarin kami datang ke Komnas HAM karena sebelumnya sudah melakukan pengaduan dan kami sudah memberitahukan kronologis awal,” kata Indira dikutip dari Tribunnews, Selasa (2/7/2024).

Dalam pertemuan itu, pihak keluarga meminta dua hal. Yakni meminta Komnas HAM menurunkan tim khusus untuk mengusut kasus ini.

"Kasus ini pelakunya tidak tunggal. Korbannya juga tidak tunggal karena banyak yang terlibat,” lanjutnya.

Untuk itu, kasus ini harus dibongkar untuk memberikan keadilan bagi Afif Maulana dan lainnya.

Selanjutnya, ketika Komnas HAM menanyakan apakah keluarga siap dilakukan ekshumasi. Keluarga langsung menyanggupinya.

Indira menjelaskan, dokter forensik mengatakan jika korban jatuh dari ketinggian tentu ada patah dan banyak kerusakan di kepala dan kaki.

“Tetapi di jenazah Afif Maulana tidak ditemukan hal demikian. Jika polisi kurang yakin dengan keterangan forensik dia (Afif) diduga terpeleset. Bisa meminta forensik lainnya yang punya pengalaman,” kata Indira.

Dan keluarga demi keadilan, kata Indira, walaupun itu sangat sakit terhadap keluarga. Pihak keluarga siap melakukan ekshumasi itu.

“Karena keluarga ingin mengetahui siapa yang menyiksa Afif sehingga anak mereka meninggal dunia saat itu,” tegasnya.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved