Senin, 27 April 2026

Trump Sesumbar Bisa Kalahkan Kamala Harris Lebih Mudah daripada Joe Biden

Pasca mundur, Biden mengaku akan memberi dukungan kepada Kamala Harris. Kamala Harris sendiri diketahui adalaha wakil presiden Amerika.

Editor: Joseph Wesly
TribunTangerang/istimewa
Kolase Trump dan Harris. 

Mengingat kandidat alternatif dari Partai Demokrat kemungkinan besar akan memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda dari Biden, sumber tersebut mengatakan, mundurnya Presiden akan membutuhkan pemikiran ulang di mana harus membelanjakan uang iklan dan harus menggunakan sumber daya secara umum.

Secara terbuka, para penasihat dan sekutu kampanye Trump mengatakan kepada para wartawan, mereka tidak khawatir menghadapi Harris karena mereka dapat dengan mudah mengaitkannya dengan catatan Biden selama menjabat, terutama mengenai imigrasi dan inflasi.

Baca juga: Respons Donald Trump Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden AS

Mereka menyatakan akan mencoba menggambarkan Harris, dan kandidat-kandidat lain yang diusulkan sebagai alternatif bagi Partai Demokrat, sebagai sosok yang berada di sebelah kiri Biden dalam berbagai kebijakan.

Dalam sebuah pernyataan setelah Biden mengundurkan diri, tim kampanye Trump menyebut, Harris adalah “pembantu utama Biden”.

Tim Kampanye tersebut mengatakan, Biden dan Harris memiliki catatan masing-masing dan “tidak ada jarak di antara keduanya.

Saluran YouTube resmi Komite Nasional Partai Republik pun menerbitkan sebuah video berdurasi dua menit pada Minggu sore yang menyerang Harris terkait kebijakan imigrasi, dengan menuduh dia mengabaikan isu tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, tim kampanye Trump dan beberapa sekutunya telah melancarkan serangan politik pre-emptive terhadap Harris untuk mencoba mendiskreditkannya di tengah kabar bahwa ia dapat menggantikan Biden sebagai calon presiden partai pada 2024.

Pada Maret 2021, Biden mengatakan Harris akan memimpin upaya dengan Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah untuk mengatasi imigrasi ilegal.

Partai Republik memanfaatkan hal itu untuk menuduhnya gagal membendung arus jutaan migran yang menyeberang secara ilegal ke Amerika Serikat, meskipun ia tidak pernah secara langsung bertanggung jawab untuk mengamankan perbatasan selatan. Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved