Ismail Haniyeh Tewas setelah Kamarnya Ditanam Bom 2 Bulan Lalu dan Diledakkan dari Jarak Jauh

Ismail Haniyeh disebut tewas karena bom yang sebelumnya sudah ditanam di kamarnya di wisma tamu di Iran diledakkan dari jarak jauh.

Editor: Joseph Wesly
Arab News
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. Tiga putra pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas dalam serangan udara Israel tepat pada Hari Raya Idul Fitri pada Rabu (10/4/2024). 

TRIBUN TANGERANG.COM, TAHERAN- Fakta soal bagaimana terjadinya pembunuhan terhadap Ismail Haniyeh akhirnya terungkap ke publik.

Ismail Haniyeh disebut tewas karena bom yang sebelumnya sudah ditanam di kamarnya di wisma tamu di Iran diledakkan dari jarak jauh.

Bom itu disebut New York Times (NYT) dalam laporannya diselundupkan secara diam-diam ke wisma tamu di Teheran tempat dia menginap.

Bahkan bom itu menurut sumber ditanamkan dua bulan sebelum Ismail Haniyeh berkunjung ke Iran dan menginap di kamar di wisma yang dijaga Korps Garda Revolusi Islam itu.

Seperti diketahui Ismail Haniyeh melakukan perjalanan ke ibu kota Iran, Teheran, untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran yang baru Masoud Pezeshkian.

Ia ditempatkan di wisma tamu yang dikelola dan dilindungi oleh Korps Garda Revolusi Islam di lingkungan kelas atas di Teheran utara.

Ismail Haniyeh sering menginap di wisma tamu tersebut jika berkunjung ke Teheran.

Baca juga: Ismail Haniyeh akan Dimakamkan di Qatar bukan di Gaza

Para pejabat mengatakan kepada NYT bahwa bom itu diledakkan dari jarak jauh setelah dipastikan bahwa Ismail Haniyeh berada di dalam kamarnya di wisma tamu.

Ledakan menyebabkan Ismail Haniyeh tewas di tempat bersama seorang pengawalnya.

Ledakan itu mengguncang gedung, memecahkan beberapa jendela, dan menyebabkan runtuhnya sebagian dinding luar.

Padahal Pengamanannya Berlapis

Iran disebut-sebut memiliki jaringan pertahanan berlapis paling kompleks di Timur Tengah.

Surat kabar Qatar al-Arabi al-Jadid mengutip sumber Hamas yang mengungkapkan bahwa wisma di Teheran utara berada di bawah pengelolaan IRGC.

Baca juga: Badan Intelijen Israel Sebut Sudah Incar Nyawa Ismail Haniyeh 2 Bulan Sebelum Tewas Dibom

Di sinilah Ismail Haniyeh menginap sementara.

Delegasi organisasi Jihad Islam Palestina, termasuk Sekretaris Jenderal Ziyad al-Nakhalah, tinggal di gedung yang sama dengan Haniyeh tetapi di lantai yang berbeda.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved