Badan Intelijen Israel Sebut Sudah Incar Nyawa Ismail Haniyeh 2 Bulan Sebelum Tewas Dibom

sebelum Ismail Haniyeh tewas, terungkap jika ada upaya memasang alat peledak di kamar yang ditempati oleh Kepala Biro Politik Hamas itu.

Editor: Joko Supriyanto
(KEMENTERIAN LUAR NEGERI IRAN via AFP)
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh berbicara di hadapan wartawan saat menyambut Menteri Luar Negeri Iran di Doha, Qatar, 20 Desember 2023. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Mencuat kabar jika nyawa Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sudah menjadi incaran Israel sebelum akhirnya berhasil dibunuh.

Ismail Haniyeh tewas setelah tempat penginapan yang ia tempati di Ibu Kota Iran, Teheran dibom pada Rabu (31/7/2024)., dugaan mencuat jika dalam serangan ini adalah Israel.

Informasi beredar jika sebelum Ismail Haniyeh tewas, terungkap jika ada upaya memasang alat peledak di kamar yang ditempati oleh Kepala Biro Politik Hamas itu.

Hal ini disampaikan oleh Badan Intelijen Israel (Mossad) seperti dikutip Tribunnews.com. Pejabat AS yang tak disebutkan namanya ia menyampaikan jika peledak itu dipasang secara diam-diam.

"Pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, dilakukan dengan alat peledak yang diam-diam diselundupkan ke sebuah kamar di Teheran,” lapor New York Times, mengutip pernyataan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, Kamis (1/8/2024).

"Perangkat yang menargetkan Haniyeh disembunyikan sekitar dua bulan lalu di gedung tersebut," lanjutnya.

"Belum jelas bagaimana perangkat itu disembunyikan di kediaman Ismail Haniyeh di Teheran," tambahnya.

Baca juga: Sikap 6 Negara Atas Serangan Israel yang Menewaskan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran

Sumber itu mengatakan Ismail Haniyeh sebelumnya sering tinggal di kamar yang sama selama kunjungannya ke Teheran.

Ia juga menjelaskan bahwa Sekretaris Jenderal Gerakan Jihad Islam (PIJ), Ziad Nakhalah, tinggal di kamar yang berdekatan, namun kamarnya tidak mengalami kerusakan besar, yang menunjukkan adanya perencanaan yang matang untuk menargetkan Ismail Haniyeh.

"Pembunuhan tersebut direncanakan selama beberapa bulan dan memerlukan pengawasan yang lama terhadap gedung tersebut," katanya.

Pejabat itu mengatakan, perencanaan pembunuhan Haniyeh di Teheran memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan pengawasan intensif terhadap gedung tersebut, sebelum meledakkan kamar itu dari jarak jauh.

Sementara itu, sumber yang tidak disebutkan namanya juga mengonfirmasi pejabat Israel memberi tahu Washington dan pemerintah Barat mengenai rincian operasi tersebut segera setelah pelaksanaannya.

Israel Bantah Tanam Bom di Kamar Ismail Haniyeh

Juru Bicara Militer Israel, Daniel Hagari, membantah berita bahwa Israel meluncurkan rudal dan berita Israel yang menanam bom di kamar yang ditempati Ismail Haniyeh di Teheran, Iran.

"Tentara Israel menyerang pada hari Selasa malam di Lebanon dan membunuh Fuad Shukr dalam serangan udara yang tepat, dan tidak ada serangan udara lainnya pada malam itu, tidak ada rudal atau drone," kata Daniel Hagari kepada New York Times, Kamis.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved