Berita Banten
Duduk Perkara Ponpes di Cikande Serang Dirusak Warga Buntut Santriwati Diduga Dicabuli Hingga Hamil
Warga Kampung Badak, Desa Gembor Udik, Cikande, Kabupaten Serang, Banten mendadak murka merusak Pondok Pesantren.
TRIBUNTANGERANG,COM - Warga Kampung Badak, Desa Gembor Udik, Cikande, Kabupaten Serang, Banten mendadak murka merusak Pondok Pesantren pada Minggu (1/1/2024) siang.
Perusakan yang dilakukan sejumlah warga ini buntut dari kabar pimpinan Pondok Pesantren Bani Ma'mun Cikande diduga mencabuli para santriwati hingga hamil.
Kabar ini pun membuat warga marah hingga melakukan perusakan, bahkan KH (41) tak luput dari kemarahan warga yang murka atas kelakuan bejatnya.
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko membenarkan terjadinya peristiwa pengrusakan bangunan ponpes dan rumah KH oleh ratusan massa.
Kapolres juga membenarkan peristiwa pengrusakan dipicu dari dugaan pimpinan ponpes berinisial KH telah melakukan tindakan asusila kepada santriwatinya.
"Benar telah terjadi pengrusakan bangunan ponpes oleh sejumlah warga buntut dari peristiwa dugaan tindakan asusila yang dilakukan pimpinan ponpes,”ujar AKBP Condro Sasongko.
Kapolres mengatakan bahwa pimpinan ponpes berinisial KH telah berhasil diamankan saat bersembunyi di atas plafon rumah warga tidak jauh dari lokasi ponpes Bani Ma’mun Kobak.
"Pimpinan ponpes yang diduga melakukan tindakan asusila berhasil diamankan ketika bersembunyi di atas plafon rumah warga beberapa saat setelah peristiwa pengrusakan terjadi. Saat ini KH masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Serang," kata AKBP Condro Sasongko.
Sementara itu, Kepala Desa Gembor Udik, Arsyad membenarkan terkait adanya kejadian tersebut.
Warga mengamuk lantaran salah seorang santriwati diduga dicabuli oleh seorang ustadz inisial KH yang merupakan pimpinan ponpes.
“Tempat duduk duduk (gazebo) anak santri saja dibakar. Tapi langsung dipadamkan, itu spontan saja oleh warga, ada juga warga luar, kejadiannya sekitar pukul 14.00 sampai pukul 15.00 WIB,” ujar Arsyad kepada wartawan.
"Kejadian itu diduga terkait pencabulan yang dilakukan pimpinan ponpes dan sudah dilaporkan ke Polres Serang,” sambungnya.
Arsyad mengungkapkan, pimpinan ponpes KH sendiri memang sangat tertutup.
Bahkan, sama aparat desa setempat pun tidak kenal. Sehingga sampai saat ini pun pihaknya tidak tahu nama dari ponpes tersebut.
Arsyad mengatakan, hingga sore hari Minggu menjelang magrib warga masih berkumpul di pondok pesantren.
| Sosialisasi MBG di SMKN 2 Serang, Fokus Jaga Kualitas Menu dan Distribusi Gizi |
|
|---|
| Polisi Ungkap Latar Belakang Pelaku Pembunuhan Anak Politikus PKS di Cilegon |
|
|---|
| Anak Tewas Diduga Ditikam, Ini Sosok Haji Maman Pemilik Rumah yang Dirampok di Cilegon |
|
|---|
| Pelaku Pembegalan Repan Belum Terungkap, Warga Baduy Bakal Ambil Sikap Tegas |
|
|---|
| Reaktivasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Pandeglang Ditargetkan Beroperasi 2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/perusakan-Pondok-Pesantren-Bani-Mamun-Cikande.jpg)