Pelajar di Semarang Tewas Ditembak

Bareskrim Polri Janji Pengusutan Kasus Penembakan Siswa SMK di Semarang Tegak Lurus dan Transparan

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada memastikan telah memberi asistensi pada kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang bernama Gamma.

Editor: Joko Supriyanto
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Massa aksi membentangkan kertas bertuliskan Wartawan Bukan Humas Polri ketika aksi demonstrasi meminta polisi mengusut kasus kematian GRO atau Gamma yang meninggal dunia ditembak polisi, di Mapolda Jateng, Kamis (28/11/2024). 

TRIBUTANGERANG.COM - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada memastikan telah memberi asistensi pada kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang bernama Gamma.

Ia pun berjanji pengusutan kasus yang menyebabkan Gamma tewas luka tembak yang dilakukan oleh Aipda Robig bisa berjalan transparan.

"Kita lakukan asistensi untuk proses secara tegak lurus, secara akurat dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Wahyu di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/12/2024).

"Prinsipnya dilakukan secara profesional, secara scientific investigation dan berikan transparansi kepada masyarakat," lanjutnya.

Bareskrim juga akan mendalami adanya perbedaan kesaksian antara pihak kepolisian dan saksi mata kejadian penembakkan G.

"Nanti kita lihat, kalau seperti itu ada perbedaan. Jadi nanti dalam perkembangan kita kan juga perlu periksa ini," kata Wahyu.

"Sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan alur yang dijalankan, sesuai fakta yang didapatkan, baru nanti kita periksa," ujar dia.

Seperti diketahui, Gamma meninggal dunia usai ditembak polisi bernama Aipda Robig pada Minggu (24/11/2024) dini hari.

Awalnya, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, penembakan terjadi saat polisi hendak melerai pelajar yang sedang terlibat tawuran.

 "Saat kedua kelompok gangster ini melakukan tawuran, muncul anggota polisi. Kemudian dilakukan upaya untuk melerai. Namun, ternyata anggota polisi informasinya diserang, sehingga dilakukan tindakan tegas," kata Irwan, Senin (25/11/2024).

Pernyataan Irwan itu berbeda dengan kesaksian seorang petugas keamanan yang menyebut tidak ada tawuran di lokasi kejadian penembakkan Gamma.

Pihak SMKN 4 Semarang juga meragukan keterangan polisi karena Gamma dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolah itu.

Belakangan, Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Aris Supriyono mengungkapkan bahwa Aipda Robig melepaskan tembakan bukan untuk membubarkan tawuran. 

"Penembakan yang dilakukan terduga pelanggar tidak terkait dengan pembubaran tawuran yang sebelumnya terjadi,” ujar Aris dalam rapat dengar pendapat umum bersama Komisi III DPR RI, Selasa (3/12/2024).

Aris menyebutkan, Robig menembak Gamma dan teman-temannya yang melintas menggunakan sepeda motor karena kesal kendaraannya terpepet oleh rombongan Gamma.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved