Ahmad Khozinudin Respons Hak Jawab Aguan soal PSN PIK-2, Muannas Alaidid Angkat Bicara
Seperti pepatah mengatakan, 'Jika ada orang yang terlanjur membencimu, apapun yang kamu lakukan akan terlihat salah.' Inilah yang terjadi pada Khozin
Tayang:
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
Laporan Reporter TribunTangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG- Praktis Hukum, Ahmad Khozinudin berikan komentar soal hak jawab dari Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK-2.
Diketahui, dalam sebuah wawancara di salah satu media nasional, Aguan mengklarifikasi pemberitaan negatif soal PSN PIK-2.
Konsultan Hukum PSN PIK-2, Muannas Alaidid menilai jika tanggapan yang disampaikan Ahmad Khozinudin terhadap klarifikasi Aguan, merupakan sebuah narasi kebencian.
"Seperti pepatah mengatakan, 'Jika ada orang yang terlanjur membencimu, apapun yang kamu lakukan akan terlihat salah.' Inilah yang terjadi pada Khozinudin. Setiap langkah Pak Aguan, sekecil apapun, selalu dilihat sebagai ancaman," kata Muannas kepada wartawan, Selasa (10/12/2024).
Muannas menjelaskan, dalam tanggapannya, Khozinudin awalnya menyerah isu PSN PIK-2.
Kemudian kata dia, Khozinudin mulai mengklaim bahwa Aguan menggunakan kendaraan berpelat nomor TNI dalam wawancara tersebut.
"Tuduhan mengenai mobil berpelat TNI ini sangat tidak substansial dan cenderung berhalusinasi. Menyebutkan ini sebagai bukti negara dalam negara hanya menunjukkan betapa sulitnya bagi Khozinudin untuk menghadapi kenyataan," ujar Muannas.
Muannas menilai, jika persoalan terkait kendaraan berpelat TNI itu, bukanlah isu yang perlu dipermasalahkan.
"Tentu saja, ada pertimbangan hukum dan protokol dalam penggunaan fasilitas semacam itu, apalagi Pak Aguan memiliki koneksi profesional seperti Letjen Purnawirawan Nono Sampurno, yang juga terlibat dalam Agung Sedayu Group," paparnya.
Selain itu, Muannas juga mengatakan bahwa penggunaan pengawalan adalah hal yang sah dan biasa di Indonesia.
Baca juga: Muannas Alaidid Sebut Klaim Said Didu Didukung Menteri hingga Prabowo Merupakan Hoaks dan Fitnah
"Fasilitas ini bisa diberikan kepada siapa saja yang memenuhi persyaratan, termasuk pengusaha besar seperti Pak Aguan yang selama ini menjadi sasaran fitnah," jelasnya.
Muannas menuturkan bahwa serangan terhadap Aguan merupakan upaya untuk merusak citra seseorang di mata masyarakat.
Dirinya juga mengkritik keras tulisan Khozinudin yang mengaitkan Pak Aguan dengan Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Khozinudin berusaha menggambarkan Pak Aguan sebagai sosok yang berkuasa secara tidak sah, namun Muannas menilai perbandingan itu sangat keliru.
"Jika ada yang perlu dipelajari dari Suriah, itu adalah akibat dari konflik dan ketegangan yang mereka ciptakan. Justru HTI lah yang mencoba meniru pola tersebut untuk mengadu domba dan menciptakan ketidakstabilan di Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Muannas berharap agar masyarakat tak mudah terjebak dalam narasi kebencian dan fitnah yang terus tersebar.
"Masyarakat Indonesia harus cerdas dan bijak dalam menilai setiap informasi yang beredar. Jangan biarkan narasi kebencian menghancurkan persatuan kita. Kita harus fokus pada pembangunan dan kemajuan Indonesia, dan melawan upaya-upaya yang bertujuan untuk memecah belah bangsa ini," tutupnya. (m41)
Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Baca Juga
| Roy Suryo Cs Ogah Mediasi dengan Jokowi Soal Polemik Ijazah Palsu, Dokter Tifa Justru Sarankan SP3 |
|
|---|
| PK Ditolak PN Jakarta Selatan, Kuasa Hukum Roy Suryo Desak Kejaksaan Eksekusi Silfester Matutina |
|
|---|
| Silfester Matutina Disentil Kuasa Hukum Roy Suryo: Jangan Gede Badan Saja |
|
|---|
| Pengacara Roy Suryo Sebut Langkah Polda Metro Naikan Laporan Jokowi ke Penyidikan Dianggap Prematur |
|
|---|
| Tegakkan SE Bupati Tangerang, Polisi Sidak Sejumlah Tempat Hiburan Malam di Kawasan PIK 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ahmad-Khozinudin.jpg)