Selasa, 14 April 2026

Sudah Dilihat 3 Juta Kali, Menu Makan Bergizi Gratis Dikritik, Tak Ada Sayur dan Susu Tinggi Gula

Dia membagikan menu Makanan Bergizi Gratis tersebut dianggap tidak menggambarkan menu yang bergizi.

Editor: Joseph Wesly
Kolase Tribun Tangerang/istimewa
Makan bergizi gratis yang dianggap kurang bergizi karena tidak ada sayur, potrongan buah yang kecil dan susu yang tinggi gula. 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Beredar menu Makan Bergizi Gratis yang ramai-ramai dikritik netizen.

Menu tersebut diunggah oleh pengguna akun X (Twitter) @bai****i pada Selasa (7/1/2025).

Dia membagikan menu Makanan Bergizi Gratis tersebut dianggap tidak menggambarkan menu yang bergizi.

Berdasrka foto yang diunggah, terlihat menu MBG di beberapa daerah dianggap kurang sumber protein.

Kemudian tidak ada sayur, minim buah, dan menggunakan susu kemasan yang tinggi gula.

Ungahannya viral dan sudah dilihat sebanyak 3 juta kali. Unggahannya itu juga dikomentari lebih dari seribu orang.

Beragam komentar pun memenuhi unggaan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan definisi Makan Bergizi gratis.

"Kurang banget. Fokus makanan bergizi itu ada di protein dan vitamin. Ini kyknya daging ama tepungnya banyakan tepungnya, digoreng pula. Sayurnya tidak ada, buah secuil," tulis salah satu akun.

"Sayurnya mana ya? Susu kemasan gitu bukannya banyak gulanya ya? Masak tiap hari anak dikasih susu kemasan gitu? Batuk yg ada," kata pengguna lainnya.

Lantas, apakah menu tersebut sudah sesuai dengan standar gizi?

BGN: menu makan bergizi gratis disusun ahli gizi

Menanggapi keluhan warganet, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut menu makan makanan pada program MBG pada dasarnya telah ditetapkan sesuai dengan standar komposisi gizi dari para ahli.

"BGN telah menetapkan standar komposisi gizi. Menu itu disusun oleh ahli gizi di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menu juga disusun untuk satu bulan," ujarnya saat dimintai tanggapan Kompas.com pada Rabu (8/1/2025).

Dadan pun memastikan, keluhan dari masyarakat akan menjadi bahan masukan, terutama untuk SPPG agar di kesempatan selanjutnya dapat menyiapkan menu dengan komposisi yang lengkap.

Dia menambahkan, evaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratus selalu diadakan setiap hari.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved