Sudah Dilihat 3 Juta Kali, Menu Makan Bergizi Gratis Dikritik, Tak Ada Sayur dan Susu Tinggi Gula
Dia membagikan menu Makanan Bergizi Gratis tersebut dianggap tidak menggambarkan menu yang bergizi.
Sementara itu, saat ditanya mengenai apakah ada rencana mengganti susu kemasan dengan susu segar, Dadan menjawab, hal itu hanya bisa dilakukan jika daerah tersebut adalah sentra sapi perah.
"Susu diutamakan di wilayah yang ada sapi perah. Susu pasteurise seperti di Cimahi contoh yang baik," jelasnya.
Menurutnya, agar tetap memenuhi standar gizi, daerah yang bukan produsen susu murni dapat mengutamakan susu UHT plain.
Ahli gizi: makanan bergizi memiliki komposisi lengkap
Saat dimintai pandangan, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, Inge Permadhi, menyebut makanan bisa disebut bergizi jika memiliki komponen lengkap dengan komposisi zat gizi seimbang sesuai kebutuhan individu, sebagaimana konsep Isi Piringku Sekali Makan.
Artinya, dalam satu piring untuk setiap kali makan, mesti dilengkapi dengan sumber karbohidrat (bisa nasi, ubi, jagung, sagu, mi, atau roti), lauk hewani dan nabati, sayur, serta buah. Jika ada yang kurang dari itu, kata Inge, komponen makanan bisa dibilang belum sempurna.
"Untuk menu makanan yang diunggah, komposisinya baru terdiri dari nasi, lauk hewani, nabati, dan buah. Masih ada kekurangan untuk ketersediaan sayur. Menu itu ebenarnya akan menjadi menu lengkap kalau ada sayurnya," kata Inge mengomentari posting foto di X yang dikirim Kompas.com.
Menurutnya, sayur tidak harus dalam bentuk yang utuh, tetapi bisa diolah atau dimasak misalnya dengan daging ayam, sehingga lebih menarik minat anak-anak untuk mengonsumsinya.
Selain komponen menu yang disajikan, makanan bergizi juga penting diperhatikan dari sisi komposisi zat gizi untuk dikonsumsi dalam sehari.
Inge menjelaskan, zat gizi seimbang dapat dicapai dengan mengonsumsi 45-65 persen karbohidrat, protein 1 gram per kilogram berat badan ideal, dan lemak kurang dari 20-25 persen.
“Pada menu makanan tersebut sudah terkandung bahan makanan sumber karbohidrat yaitu nasi, demikian juga buah dan sayur termasuk sumber karbohidrat,” ujarnya.
Tambahan protein bisa dari susu Menanggapi soal keluhan kandungan protein dalam menu makan bergizi gratis dianggap kurang, menurut Inge, daging ayam dan tahu atau tempe sebenarnya sudah termasuk sumber protein hewani dan nabati.
Tambahan asupan protein lainnya, kata dia, bisa diperolah dari susu sebagai sumber protein hewani.
"Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah protein yang tersaji harus dapat mencukupi sepertiga bagian dari kebutuhan protein orang yang mengonsumsinya, sehingga dalam tiga kali makan, akan tercukupi seluruh kebutuhan protein orang tersebut," terangnya.
Inge tidak menampik bahwa susu kemasan, terutama yang rasanya manis biasanya mengandung gula yang tinggi.
| BGN Minta Maaf Atas Dugaan Keracunan MBG Siswa di Pondok Kelapa Jaktim |
|
|---|
| Mensos Pastikan 300.000 Lansia Bakal Terima MBG, Begini Mekanisme Penyalurannya |
|
|---|
| Sosialisasi MBG di SMKN 2 Serang, Fokus Jaga Kualitas Menu dan Distribusi Gizi |
|
|---|
| Dapur MBG Jadi Sorotan, DPR Minta Pengawasan Ketat Program Makan Gratis |
|
|---|
| DPR RI Sebut Pembangunan SPPG dan Dukungan Masyarakat Jadi Kunci Optimalnya Program MBG di Banten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Makan-bergizi-gratis3.jpg)