Dinas Kelautan dan Perikanan Banten Hari Ini Kebut Pembongkaran Pagar Laut: Mudah-mudahan Cuaca Baik
Saat ini kami telah berada di Makassar, investigasi terkait barang hilang salah satu penumpang
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joseph Wesly
Laporan Reporter Tribuntangerang.com, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, PAKUHAJI- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Eli Susiyanti pastikan hari ini, Senin (10/2/2025), pihaknya mulai mengebut pembongkaran pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di Pesisir Kabupaten Tangerang.
Dia menyebut, DKP terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, kecamatan hingga nelayan, untuk merampungkan pembongkaran pagar laut.
"Masih kordinasi dengan berbagai elemen, kabupaten, nelayan kemudian kecamatan, kelurahan kita bergerak lagi, mudah-mudahan cuaca sudah cukup membaik, ke depan sudah mulai lagi terutama di Kronjo," kata dia kepada wartawan.
Eli menyampaikan, hingga kini pihaknya bersama TNI AL, Polairud dan nelayan, telah membongkar pagar sepanjang 21,8 kilometer.
"Kemarin dari panjang 30 sudah tercapai 21,8 km, terkendala cuaca kita berhenti, Insha Allah minggu depan kita akan terus kembali tingkatkan," ujarnya.
Di samping itu, Eli Susiyanti mengaku telah berkoodinasi dengan sejumlah pihak termasuk Bareskrim Polri, soal beberapa pejabat yang diperiksa imbas pagar laut di Pesisir Kabupaten Tangerang.
Hal itu disampaikan Eli, saat menghadiri pelatihan yang digelar Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), terhadap nelayan yang terdampak pagar laut, di TPI Cituis, Pakuhaji, Minggu (9/2/2025).
Baca juga: Respons Nusron Wahid Kantor ATR/BPN Terbakar Disebut Berhubungan dengan Kasus Pagar Laut
Eli menegaskan, semenjak mendapat laporan soal polemik pagar laut, pihaknya telah berkoodinasi dengan beberapa pihak, seperti TNI AL, Polairud, Pemprov, hingga OPD Kabupaten Tangerang.
Termasuk kata dia, koordinasi terkait beberapa pejabat daerah yang diperiksa Bareskrim soal pagar laut.
"Ketika dari awal isu ini, sudah koordinasi dengan beberapa pihak Angakatan Laut, Polairud, kami koordinasi bergerak semua kemudian dari provinsi, kami libatkan beberapa OPD," ujar Eli.
"Semakin hari semakin panjang, dan untuk proses semua sudah bergerak mulai Bareskrim, Kejaksaan Agung, kemudian KPK, sudah terlaporkan," tambahnya.
Lebih lanjut, Eli mengatakan jika nantinya diminta data oleh Bareskrim Polri, dia mengaku siap.
"Saya untuk berapa orang dipanggil APH kurang paham, selama ini kalau kami diminta data oleh aparat penegak hukum ya kami siapkan," ungkapnya.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Curiga Kebakaran di Kantor ATR/BPN Berhubungan dengan Kasus Pagar Laut
Diberitakan sebelumnya, Dittipidum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro dalam konferensi pers menyebut pihaknya telah memeriksa lima saksi soal pemalsuan girik di area pagar laut.
Di antaranya, KJSB Lukman, pihak ATR/BPN, Kementrian Kelautan dan Perikanan, serta Bappeda Kabupaten Tangerang.
| Empat Tersangka Kasus Pagar Laut Tangerang Segera Disidang di PN Serang, Termasuk Kades Kohod |
|
|---|
| Dulu Laut Dipagar Kini 3 Aliran Sungai di Kabupaten Tangerang Diuruk Perusahaan Pemilik Izin PKKPR |
|
|---|
| Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Minta Polemik Penangguhan Penahanan Arsin Cs Ditanyakan ke Polisi |
|
|---|
| Respons Kompolnas Soal Penangguhan Penahanan Kades Kohod Arsin di Kasus Pagar Laut Tangerang |
|
|---|
| Suasana Rumah Kades Kohod Pasca Penahanannya Ditangguhkan, Begini Cerita Warga Sekitar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Nusron-Wahid2.jpg)