Kamis, 28 Mei 2026

Bukan Kader, Dedi Mulyadi Respons Keras Soal Instruksi Kader PDIP Dilarang Ikuti Retret di Magelang

Dedi mengatakan kepala daerah yang sudah dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto harus patuh pada arahan pemerintah

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
Dok Pribadi
IKUT ATURAN PEMERINTAH- Gubernur Jawa Bara Dedi Mulyadi. Dedi meminta kader kepala daerah kader PDIP di Jawa Barat tetap ikut retret di Magelang yang digelar mulai Jumat (21/2/2025). (Dok Pribadi? 

TRIBUN TANGERANG.COM, BANDUNG- Meski bukan kader partai Banteng, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara soal instruksi Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Megawati menginstruksikan agar agar kader PDIP tidak menghadiri retret kepala daerah di Akmil Magelang.

Instruksi tersebut dikeluarkan pada Kamis (20/2/2025) malam beberapa jam setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan KPK.

PDIP menginstruksikan agar para kader tidak usah datang ke acara yang digelar pemerintah tersebut.

Selain dilarang datang, para kader secara umum juga dilarang memberikan pernyataan tanpa seizin dari ketum partai, Megawati Soekarnoputri.

Menanggapi itu, Dedi Mulyadi merespons keras. Dedi memastikan, bupati maupun wali kota di Jawa Barat yang berasal dari PDI-P tetap mengikuti kegiatan retreat di Magelang.

"Sejabar semuanya ikut sampai hari ini dan kemudian juga di alokasinya sudah teralokasikan, sudah terserap, tidak mungkin dibatalkan," tutur Dedi, di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (21/2/2025).

Baca juga: Tidak Ikuti Instruksi Megawati, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma Tetap Berangkat ke Magelang

Dedi mengatakan kepala daerah yang sudah dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto harus patuh pada arahan pemerintah. 

Alasannya, seluruh kepala daerah, termasuk dari PDIP sudah bersumpah untuk mengabdikan diri bagi kepentingan masyarakat dan taat pada aturan pemerintah pusat. 

"Kalau saya sih kan kami ini sudah menjadi kepala daerah, karena menjadi kepala daerah, maka ketaatan utama adalah pada sistem dalam pemerintahan," ujarnya.

Meski demikian keputusan melarang kadernya ikut retreat di Magelang adalah hak dari Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai politik kepada seluruh kadernya. 

Namun, yang jelas, setelah dilantik menjadi kepala daerah, seorang politisi atau kader partai harus mengutamakan kepentingan rakyat dan pemerintah.

Baca juga: Hari Pertama Bertugas Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Langsung Sambangi Dapur MBG hingga Posyandu

"Namun, Bu Mega melarang, itu hak Bu Mega. Namun, yang jelas orang sudah menjadi kepala daerah harus tunduk patuh pada apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat," ucapnya.

Kader PDIP Tetap Ikut ke Magelang

Paramitha Widya Kusuma terpilih menjadi Bupati Brebes dalam Pilkada 2024.

Paramitha Widya Kusuma resmi menjadi bupati Brebes untuk periode 2025-20230.

Bersama pasangannya Wurja mereka terpilih setelah mengalahkan kotak kosong.

Keduanya melawan kotok kosong setelah 'memborong' seluruh partai pengusung.

Diketahui  Paramitha Widya Kusuma adalah kader PDIP dan mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.

Dia menjadi terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024 dan duduk di Komisi VII.

Sebagai informasi wanita yang akrab disapa Mbak Mitha ini adalah putri ketua DPC PDIP Brebes, Indra Kusuma.

Baca juga: Wamendagri Bima Arya Soal Kepala Daerah PDIP Tunda Retreat: Kita Tunggu Siapa yang Tak Hadir

Namun meski menjadi kader PDIP Paramitha tetap memutuskan untuk mengikuti retret kepala daerah di Magelang.

Berdasarkan video yang beredar, setelah menggelar syukuran di pendopo kantor bupati Brebes, dia mengaku akan berangkat ke Magelang.

"Setelah ini saya akan mengikuti retret di Magelang dan tetap di Brebes program-program akan dijalankan wakil bupati, bapak Wurja,' katanya.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved