Punya Gubernur Baru, Warga Jakarta Minta Tarif Air PAM Batal Naik
Mendapat permintaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta katanya akan menghitung kembali tarif layanan air bersih yang naik pada Januari 2025 lalu
TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Warga meminta Gubernur Jakarta untuk membatalkan kenaikan tarif air PAM yang naik pada Januari 2025 lalu.
Permintaan ini diapungkan warga kepada Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.
Mendapat permintaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta katanya akan menghitung kembali tarif layanan air bersih yang naik pada Januari 2025 lalu.
"Ini kan sebetulnya keputusan-putusan. Ya tentu Jakarta punya PDAM, tentu kita akan punya kebijakan sendiri. Mudah-mudahan nanti akan kita hitung kembali," ujar Rano Karno saat ditemui di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (22/2/2025).
Saat ditanya apakah kebijakan kenaikan tarif akan dibatalkan, Rano menyatakan bahwa hal tersebut belum bisa dipastikan.
Pasalnya, PAM Jaya baru memasang sekitar 30.000 meter sambungan pipa baru, sehingga pihaknya belum bisa memastikan akan ada pembatalan kenaikan tarif atau tidak.
"Belum tentu kembali lagi Jakarta punya kekuatan sendiri. Kita saja baru menyambung hampir 30 ribu sambungan baru," kata dia.
Sebelumnya, warga penghuni rumah susun (rusun) di DKI Jakarta meminta Gubernur Jakarta Pramono Anung, untuk membatalkan Peraturan Gubernur (Pergub) soal kenaikan tarif layanan air bersih.
Pergub Nomor 37 tahun 2024, tentang Tata Cara Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya, diterbitkan oleh Keputusan Pj Gubernur Heru Budi di masa akhir jabatannya.
Warga rusun sendiri terkena kenaikan tarif tertinggi sebesar 71,3 persen, karena disamakan dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, dan gedung bertingkat komersial lainnya.
Berbagai upaya telah mereka lakukan, di antaranya menemui PAM Jaya, mengadu ke DPRD DKI Jakarta, hingga mengirim surat ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Ombudsman RI.
Namun, hingga kini belum membuahkan hasil. PAM Jaya diketahui tetap menagih dengan tarif baru progresif, yakni Rp 21.500 per meter kubik dari sebelumnya Rp 12.500 per meter kubik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Wagub Sebut Pipa PAM Jaya Berusia 100 Tahun Bikin Jakarta Rawan Jalan Ambles |
|
|---|
| Respons Wagub Rano Karno Soal Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia Versi PBB |
|
|---|
| Edarkan Tramadol dan Hexymer Tanpa Izin, Pemuda Bernama Rano Karno Diciduk Polsek Ciputat Timur |
|
|---|
| Respons Rano Karno Soal Rekrutmen PPSU DKI Jakarta jadi Praktik Pungli Oknum |
|
|---|
| Rano Karno Pastikan Sekolah Gratis di Jakarta Segera Dilaksanakan: Pergubnya Sedang Disusun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Rano-Karno5.jpg)