Update Kondisi Kesehatan Paus Fransiskus: Masih Kritis dan Sedikit Membaik
Kini Paus menderita pneumonia di kedua paru-parunya, namun tim dokter tidak akan memberikan prognosis kepada Bapa Suci Paus Fransiskus
Vatikan memperingatkan untuk pertama kalinya pada Sabtu, kondisi Paus kritis dan ia telah menderita krisis pernapasan asma yang berkepanjangan.
Atau, sehari setelah dokternya mengatakan bahwa Paus Fransiskus belum keluar dari bahaya. Ia diberikan oksigen aliran tinggi dan menerima transfusi darah karena kadar trombosit yang rendah.
Sementara itu, pada Minggu, Vatikan mengungkapkan tes darah telah menunjukkan gagal ginjal ringan pada awalnya tetapi pada Senin dikatakan kondisinya tidak perlu dikhawatirkan lagi.
Sempat Dirumorkan Meninggal
Kondisi Paus Fransiskus menunjukkan kemajuan meski masih dalam kondisi kritis.
Paus Fransiskus memang sempat dalam kondisi kritis sejak dirawat di Rumah Sakit (RS) Gemelli, Roma, Italia pada Jumat (14/2/2025).
Hal ini memunculkan rumor bahwa Pimpinan Tertinggi Gereja Katolik Sedunia itu telah meninggal dunia.
Namun, rumor tersebut terbantahkan dengan kabar dari Vatikan yang menyatakan, Paus Fransiskus tidak lagi mengalami serangan pernapasan seperti sebelumnya.
“Kondisi Bapa Suci masih kritis. Namun, sejak kemarin malam, dia tidak mengalami serangan pernapasan lebih lanjut,” kata Vatikan, dikutip dari AFP, Senin (24/2/2025).
Hal senada juga diungkapkan pada Sabtu malam, meskipun Paus masih berada dalam kondisi kritis.
“Malam itu tenang, Paus beristirahat,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada Minggu pagi.
Dikutip dari Reuters, Minggu (23/2/2025), seorang pejabat Vatikan secara anonim mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus sudah bangun.
Vatikan menambahkan, Paus tetap mengambil bagian dalam misa pada Minggu pagi di ruang kepausannya di lantai 10 RS Gemelli, bersama dengan mereka yang merawatnya.
Meskipun demikian, Paus Fransiskus masih harus mendapatkan perawatan intensif setelah 10 hari sejak dilarikan ke RS Gemelli.
Paus asal Argentina ini juga tetap menerima oksigen beraliran tinggi melalui kanula hidung, menurut laporan Takhta Suci.
| Pesan Natal Paus Fransiskus Disampaikan Kardinal Suharyo saat Misa Pontifikal di Katedral Jakarta |
|
|---|
| Paus Leo XIV Jadi Paus Pertama dari Amerika Serikat, Berikut Profil Robert Francis Prevost |
|
|---|
| Jaga Kerahasiaan Jalannya Konklaf, Vatikan Gunakan Teknologi Pengacak Sinyal |
|
|---|
| Paus Terpilih Diharapkan Mampu Menuntun Umat Katolik di Zaman yang Serba Kompleks |
|
|---|
| Presiden Amerika Donald Trump Unggah Foto 'Jadi' Paus di Akun Medsos, Netizen Ramai-ramai Menyerang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Paus-Fransiskus11.jpg)