Kisah Inspiratif
Berawal Iseng, IRT Ini Dapat Cuan Maksimal dari Usaha Cendol Jelly Kenyal
Ide cemerlangnya dalam memodifikasi minuman tradisional menjadi lebih kekinian, nyatanya bisa mendatangkan rezeki.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Reporter Tribuntangerang, Nurmahadi
TRIBUNTANGERANG.COM, BALARAJA - "Bagai mendapat durian runtuh", mungkin pepatah itulah yang menggambarkan keberuntungan seorang ibu rumah tangga, di Perumahan Permata Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ida Ayu Nur Asri namanya, berawal dari iseng, dia tak menyangka berhasil raup untung hingga belasan juta rupiah per bulan, dari usaha minuman kemasan berisi cendol jelly daun pandan.
Ide cemerlangnya dalam memodifikasi minuman tradisional menjadi lebih kekinian, nyatanya bisa mendatangkan rezeki.
Usaha cendol jelly daun pandan itu, dimulai Ida Ayu dengan modal hanya sebesar Rp 500.000 saja.
"Awalnya coba-coba untuk menjual minuman kekinian, karena banyak juga di media sosial berseliweran minuman kekinian. Saya coba gimana caranya bahan tradisional menjadi minuman kekinian, cobalah dari jelly. Sebenarnya kalau cendol aslinya kan dari beras, saya coba dari jelly," katanya saat diwawancarai, Jumat (18/4/2025).
Awalnya, Ida mengaku tak yakin dengan usaha cendol jelly tersebut, meski demikian dia tetap mencoba memasarkannya melalui status WhatsApp.
Tak diduga, cendol jelly buatannya itu diminati banyak orang. Dalam sehari dia bisa menjual hingga puluhan botol.
"Awalnya saya enggak yakin, setelah itu saya coba, rasanya lumayan. Terus saya buat sw (status Whatsapp), eh ternyata ada yang mau/ awalnya cuma dua botol, lima botol, setelah itu cuma bikin lima puluh botol. Lima puluh botol itu dalam semalam habis," ungkap Ida.
Tak butuh waktu lama, usaha minuman kemasan milik Ida langsung berkembang pesat, dengan memasarkannya melalui media sosial.
Selain di Tangerang, pesanan melalui media sosial juga datang dari Bogor, Bekasi, Depok, hingga Bandung, Jawa Barat.
Saat ini, Ida Ayu bisa menjual hingga 1.500 botol dalam setiap bulannya. Omzet dari usaha minuman kemasan itu pun tak main-main.
Ibu berusia 44 tahun itu mengaku, bisa meraup keuntungan kotor sebesar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan.
"Selama ini pemasarannya menggunakan media sosial saja, terus sekarang saya di bawah UMKM desa, sehari sepi-sepinya lima puluh botol, kalau lagi rame di atas seratus botol," ujarnya.
Meski menggunakan bahan dasar jelly, Ida memastikan minuman kemasannya sehat, lantaran dibuat tanpa santan dan hanya memakai sedikit gula.
"Ini sehat loh, tanpa santan, jadi untuk orang yang kolesterol aman karena karena gulanya nggak terlalu banyak," tuturnya. (m41)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Atlet Silat UBSI Sukses Raih 3 Emas di UNC 1 2025 |
![]() |
---|
Tangan Ajaib Nelayan Mauk Tangerang, Hasilkan Miniatur Kapal Pinisi dari Limbah Bambu dan Kayu Palet |
![]() |
---|
Jadi Nakhoda Kapal Nelayan di Ancol Selama 35 Tahun, Ayib Bisa Hidupi Seorang Istri dan 6 Anak |
![]() |
---|
Cerita Yatimin Pengukir Patung Yesus dan Bunda Maria di Tangerang Selatan Lebih dari 2 Dekade |
![]() |
---|
Bripka Seladi: Mantan Polisi Jujur yang Pilih Memulung Sampah daripada Terima Suap |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.