Kisah Inspiratif
Bripka Seladi: Mantan Polisi Jujur yang Pilih Memulung Sampah daripada Terima Suap
Kisah inspiratif ini merupakan sepenggal cerita dari Bripka Seladi, mantan anggota Satlantas Polresta Malang Kota.
TRIBUNTANGERANG.COM - Viral di media sosial sosok polisi yang disebut jujur untuk memilih menolak suap.
Bahkan meski pekerjaanya memiliki peluang besar untuk menerima suap besar, namun dirinya lebih memilih untuk memiliki kerja sampingan sebagai pemulung.
Kisah inspiratif ini merupakan sepenggal cerita dari Bripka Seladi, mantan anggota Satlantas Polresta Malang Kota.
Kini Bripka Seladi telah pensiun dari anggota polisi sejak 2017, sikap jujur dan menolak suap itu merupakan ceritanya saat masih aktif menjadi anggota Polri.
Kisah Bripka Seladi kini viral di media sosial hingga mendapat sorotan netizen karena sikapnya dianggap sebagai polisi jujur.
"Terakhir bertugas sebagai penguji pembuatan SIM di Polresta Malang, saat itu saya sudah punya sampingan memulung sampah sebagai tambahan penghasilan, karena pada dasarnya kondisi keuangan keluarga sedang tidak baik,” ucap Seladi kepada Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).
Baca juga: Bikin Malu Polri, 18 Anggota Polisi Ditangkap Propam Buntut Diduga Peras Penonton DWP
Seladi mengatakan, daripada melakukan praktik korupsi seperti menerima suap, pungutan liar, untuk memenuhi kebutuhan dan menutup hutang, dirinya lebih memilih memungut sampah sejak 2004.
Padahal, Seladi sendiri ada di posisi yang dikenal dekat dengan praktik suap, yakni sebagai petugas penguji para pemohon pembuatan SIM.
Seladi memilih bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan, sambil menjalankan profesi sampingannya sebagai pemungut sampah.
"Semua polisi saya kira baik, hanya ada beberapa oknum saja yang bekerja tidak sesuai prosedur, dan bagi saya lebih utama mendapatkan rezeki halal daripada harus melakukan pungli,” ucap Seladi.
Seladi mengatakan, setiap hari bisa meraup tambahan penghasilan Rp 35.000 sampai Rp 50.000. Kegiatan itu masih ditekuni olehnya sampai saat ini.
"Alhamdulillah, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak sudah besar, ada yang menjadi aparatur sipil negara (ASN), anggota polisi di Polda Malang, dan menyelesaikan kuliah sarjana S1-nya,” ucap Seladi.
Seladi mengatakan, apapun profesi seseorang bila dilakukan dengan baik dan telaten, tidak ada yang hina, selama didasari dengan kejujuran dan keikhlasan.
(Kompas.com/Erwin)
Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini
Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News
Atlet Silat UBSI Sukses Raih 3 Emas di UNC 1 2025 |
![]() |
---|
Berawal Iseng, IRT Ini Dapat Cuan Maksimal dari Usaha Cendol Jelly Kenyal |
![]() |
---|
Tangan Ajaib Nelayan Mauk Tangerang, Hasilkan Miniatur Kapal Pinisi dari Limbah Bambu dan Kayu Palet |
![]() |
---|
Jadi Nakhoda Kapal Nelayan di Ancol Selama 35 Tahun, Ayib Bisa Hidupi Seorang Istri dan 6 Anak |
![]() |
---|
Cerita Yatimin Pengukir Patung Yesus dan Bunda Maria di Tangerang Selatan Lebih dari 2 Dekade |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.