Jokowi Lebih Cocok Jadi Ketum PSI daripada PPP, Pengamat Beber Alasannya

Namanya bersaing bersama Amran Sulaiman, Haji Isam, Sandiaga Uno hingga Dudung Abdurachman

Editor: Joseph Wesly
(TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)
COCOK MASUK PSI- Presiden ke-7 RI Jokowi saat ditemui di kediaman Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/5/2025). Pengamat sebut Jokowi lebih cocok masuk PSI daripada PPP. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Nama Jokowi digadang-gadang masuk dalam bursa Ketum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namanya bersaing bersama Amran Sulaiman, Haji Isam, Sandiaga Uno hingga Dudung Abdurachman.

Sebelumnya nama Jokowi juga diprediksi akan bersaing menjadi Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Peluang Jokowi masuk PSI dibandingkan PPP nampaknya lebih besar. Jokowi disebut sudah menolak tawaran jadi ketum PPP.

Alasannya dia kurang tertarik.

Namun Jokowi mengaku sedang menimbang-nimbang untuk maju sebagai ketum PSI.

Baca juga: Jokowi Tolak Jadi Ketum PPP, Kader Partai Kabah Ungkap Alasannya

Bila jadi maju sebagai calon ketum, dia akan bersaing dengan Kaesang Pangarep, putra bungsunya.

Bapak dan anak dipastikan akan saling jegal untuk menjadi ketum PSI.

Pengamat politik, Agung Baskoro menilai Joko Widodo (Jokowi) lebih cocok gabung PSI dibanding PPP.

Hal ini terkait nama Jokowi yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketua umum (caketum) PSI dan PPP mendatang.

"Artinya, (Jokowi) menjadi Ketum PSI atau bersama PSI lebih ideal karena pekerjaan rumahnya tak sebanyak ketika menjadi Ketum PPP," kata Agung, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (30/5/2025).

Agung menyampaikan alasan-alasannya terkait pernyataan tersebut. 

Menurutnya, secara personal, Jokowi lebih dekat ke PSI ketimbang PPP. Hal itu dikarenakan sebelumnya dia lebih dikenal sebagai kader PDIP, yang corak ideologinya tak jauh berbeda dengan PSI.

"Artinya, jarak spektrum ideologi antara PSI dengan PDIP lebih dekat karena sama-sama partai nasionalis. Sebaliknya PPP, selama ini lebih dikenal sebagai Partai Islam yang kental," jelasnya.

Oleh karena itu, Agung mengatakan, jika Jokowi masuk ke PPP, dikhawatirkan sosoknya tak seirama dengan suara grass root.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved