Iduladha 2025
Kisah Amir, Pedagang Sapi Kurban di Tangerang yang Raup Omzet Rp 2 Miliar Meski Penjualan Lesu
Amir mengaku, dapat meraih omzet penjualan sapi kurban pada Idul Adha 1446 Hijiriah mencapai Rp 2 miliar di tengah situasi penjualan yang lesu.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro
TRIBUNTANGERANG.COM, PORIS - Momen hari raya Idul Adha menjadi hal yang ditunggu tunggu oleh para pedagang hewan kurban. Pasalnya mereka akhirnya dapat menjajakan hewan ternak yang telah dirawat dan diberi asupan gizi baik selama satu tahun terakhir.
Seperti halnya dengan yang dialami Amir, pedagang hewan kurban jenis sapi yang berjualan di Jalan Maulana Hasanudin, Poris, Kota Tangerang, Banten.
Amir mengaku, dapat meraih omzet penjualan sapi kurban pada Idul Adha 1446 Hijiriah mencapai Rp 2 miliar di tengah situasi penjualan yang lesu di masyarakat.
"Alhamdulillah tahun ini penjualan hewan kurban saya total di atas Rp 2 miliar, karena untuk satu ekor sapi harganya Rp 16 juta sampai Rp 30 juta, tapi itu saja sudah turun 20 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Amir kepada TribunTangerang.com, Jumat (6/6/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan, selama tujuh tahun terakhir mampu menjual sekira 115 hingga 120 ekor hewan kurban jenis sapi. Namun kali ini sapi untuk kurban yang terjual miliknya hanya sebanyak 84 ekor.
Baca juga: Sapi Kurban Paling Berat di Banten, Batalion Sapi Prabowo di Tangsel Disembelih Besok Pagi
Turunnya presentase penjualan hewan kurban di lapaknya itu rupanya bukan karena kesalahan strategi berdagang, melainkan daya beli masyarakat untuk berkurban pada tahun ini dinilai lesu.
Beragam alasan dirasa menjadi penyebab turunnya minat umat Muslim untum berkurban kali ini, mulai dari kondisi perekonomian yang turun, serta perayaan Idul Adha 2025 yang bertepatan dengan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sekolah-sekolah.
"Saya sudah berjualan sapi kurban di Jalan Maulana Hasanudin ini selama 7 tahun, biasanya pembeli individu atau perorangan itu banyak, namun kali ini ketolong sama pelanggan yang latar belakangnya pengurus DKM masjid atau musala," ungkapnya.
Diminatinya sapi-sapi yang dijual Amir untuk kurban oleh para pelanggan rupanya bukanlah tanpa sebab. Kualitas hewan kurban dengan standar tinggi menjadi faktor utama yang dicari oleh masyarakat.
Saking terpercayanya sapi yang dijajakan untuk berkurban tersebut, beberapa pelanggan yang membeli sapi milik Amir tidak perlu repot-repot datang ke lokasi berjualan, melainkan hanya melalui panggilan telepon seluler.
Baca juga: Pemkot Tangsel Salurkan 36 Sapi dan 66 Kambing untuk Kurban 2025
Memegang teguh kepercayaan pelanggan terhadap kualitas kesehatan hewan kurban yang dijualnya menjadi alasan utama Amir tetap meraih keuntungan di tengah menurunnya minat umat Muslim untuk membeli hewan kurban atas nama pribadi.
"Selama berjualan sapi kurban, saya selalu mengutamakan kualitas terbaik, karena sapi ini adalah hewan kurban dan alhamdulillah pelanggan sampai hari ini belum pernah ada yang kecewa," tuturnya.
"Bahkan saya memiliki pelanggan yang tidak perlu dateng ke lokasi, hanya pesan lewat telepon terus langsung kami kirim dan Alhamdulillah pelanggan saya tahun ini paling jauh dari Limbangan, Garut, Jawa Barat dengan permintaan sapi ukuran jumbo seberat 530 kilogram (kg)," imbuhnya.
Selain itu harga untuk satu ekor sapi kurban dijual oleh Amir juga termasuk dalam kategori murah atau lebih rendah di bawah harga pasar pada umumnya.
Baca juga: Sapi Belgian Blue 1 Ton Dihibahkan Prabowo untuk Hewan Kurban ke Kabupaten Tangerang
| Menangis Namanya Tertulis di Paru Sapi, Berikut Sosok Muhammad Musofa Menurut Pengurus Masjid |
|
|---|
| Respons DKM Masjid Al-Ikhlas Soal Tulisan di Paru Sapi di Tangsel: Mukjizat yang Allah Berikan |
|
|---|
| Banyak Diragukan, Pengurus Masjid Buktikan Bahwa Tulisan di Paru Sapi di Tangsel Bukan Tinta Spidol |
|
|---|
| Sudah Digosok-gosok, Tulisan 'Muhammad Musofa' di Paru Sapi di Tangsel Tetap Tak Hilang |
|
|---|
| Duduk Perkara Panitia Kurban Kelurahan Cikiwul Bekasi Minta Rp 15 Ribu untuk Kupon Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/PEDAGANG-SAPI-KURBAN-30847.jpg)