Putri Karlina, Maula Akbar dan Dedi Mulyadi Minta Maaf Soal Insiden Maut saat Pernikahan di Garut

Mereka pun menyatakan siap bertanggung jawab penuh dan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan, sambil menyampaikan belasungkawa mendalam.

Editor: Joko Supriyanto
tribunjabar.id / Sidqi Al Ghifari
Wakil Bupati Garut Putri Karlina bersama Sang Suami, Maula Akbar, tertunduk haru meminta maaf atas kejadian di Pendopo Garut, 18 Juli 2026. 

TRIBUNTANGERANG.COM - Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, bersama suaminya Maula Akbar putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maaf atas insiden maut yang terjadi saat acara syukuran pernikahan mereka di Pendopo Garut, Jumat (18/7/2025).

Tragedi desak-desakan saat pembagian makanan gratis itu menewaskan tiga orang, termasuk seorang anggota polisi.

Mereka pun menyatakan siap bertanggung jawab penuh dan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan, sambil menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

"Sekali lagi dari lubuk hati yang paling dalam saya mengucapkan turut berbelasungkawa untuk insiden musibah yang terjadi tepat dua hari setelah hari yang saya tandai, hari paling bahagia di hidup saya," kata Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.

 Putri mengungkapkan peristiwa tersebut menjadi pukulan menyakitkan baginya dan suami. Ia menyebut tidak ada niat apa pun untuk melukai warga Garut.

"Rekan-rekan mungkin tahu sendiri dari media sosial saya, betapa saya berupaya mati-matian untuk acara saya di tanggal 16 itu tidak mengganggu sedikit pun kegiatan masyarakat," ujarnya.

"Saya H-1 masih keliling ke beberapa sekolah untuk meluruskan, masih menjelaskan kepada warga tidak ada jalan yang ditutup, tidak ada angkot yang berhenti. Dan Alhamdulillah tanggal 16 semua berjalan lancar," sambungnya.

"Untuk acara di tanggal 18, saya baru berani mengungkapkan ketika sudah ada lampu hijau dari kedua orang tua kami," ungkapnya.

Sudah Minta Tim Teknis Berhati-hati

Putri membeberkan kronologi atas peristiwa yang terjadi hari itu. Ia menyebut sejak awal dirinya sudah mewanti-wanti kepada tim teknis untuk berhati-hati.

 "Jangan sampai tersebar kata gratis sedikit pun, karena itu tidak akan kondusif."

"Kalau kalian pernah lihat di media sosial saya, saya tidak pernah memposting apapun soal tanggal 18," ungkapnya.

Anak dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto ini menginginkan semuanya mengalir apa adanya.

Putri Karlina menegaskan bahwa saat ini bukan saatnya mencari-cari kesalahan pihak tertentu, melainkan momentum untuk menunjukkan empati dan tanggung jawab kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

 Diketahui, tiga orang meninggal dunia dalam kejadian ini. Yaitu Bripka Cecep Saeful Bahri (39) anggota Polres Garut, VA (8) seorang warga Kecamatan Garut Kota, dan Dewi Jubaedah (61) seorang warga ber-KTP Jakarta Utara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved