Kamis, 7 Mei 2026

Saksi Kata

Rida Ungkap Detik-Detik Dugaan Penganiayaan oleh Bahar bin Smith, Kecewa Tak Ditahan

Rida mengatakan, Assayid Bahar bin Smith merupakan aktor utama yang membuatnya mengalami penyiksaan selama tiga jam.

Tayang:
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Joko Supriyanto
Tribuntangerang.com/Gilbert Sem Sandro
KORBAN PENGANIAYAAN - Rida, korban penganiayaan Bahar bin Smith saat diwawancarai TribunTangerang.com di Pondok Pesantren Roudlatussalam, Cimone, Kota Tangerang, Banten, Kamis (12/2/2026). (TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro) 

Laporan Wartawan,
TRIBUNTANGERANG.COM, Gilbert Sem Sandro

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Penangguhan penahanan terhadap Bahar bin Smith menuai beragam sorotan masyarakat, termasuk salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rida yang merupakan korban.

Rida mengatakan, Assayid Bahar bin Smith merupakan aktor utama yang membuatnya mengalami penyiksaan selama tiga jam pada sebuah rumah, Minggu (21/9/2025) lalu.

Pasalnya perkataan yang disampaikan saat peristiwa yang terjadi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) membuat simpatisan dan pengikutnya semakin membabi buta menghantam Rida.

"Setelah saya dipukul dan ditonjok habis-habisan, mulut saya disekap pakai handuk basah sampai kehabisan nafas terus Bahar teriak bahwa dia mau membunuh dan memutilasi tubuh saya menjadi 9 bagian," ujar Rida dalam program Saksi Kata Warta Kota Network, Kamis (12/2/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu (21/9/2025) ketika menghadiri tabligh akbar di Masjid Nurul Islam yang berlokasi pada Jalan Panglima Polim, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan orang itu, Bahar bin Smith hadir sebagai penceramah. Mulanya acara berlangsung lancar hingga akhir. 

Namun selepas acara sekira pukul 00.10 WIB kader Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul untuk bersalaman dengan para penceramah. Melihat hal itu Rida ikut serta bersama jemaah lainnya maju ke depan panggiung demi bersalaman dengan pria yang dikenal sebagai Habib Bahar. 

Baca juga: Kecewa Penahanan Bahar Smith Ditangguhkan, Rida: Saya Kepala Keluarga yang Kehilangan Pekerjaan

Akan tetapi ketika sudah berjarak dua meter dengan Bahar, langkah Rida tiba-tiba dihalangi oleh sejumlah pengawal dan langsung meminting lehernya.

Korban mencoba memberi penjelasan, namun justru dilarang lantaran dianggap hendak melakukan penyerangan dan aksi kekerasan. 

Hal tersebut sempat menjadi perhatian jamaah di sekitarnya, sehingga korban dibawa menjauh dan dibawa ke sebuah rumah yang terletak pada halaman sebelah kanan masjid.

"Saat dipiting kepala saya sudah ditonjok engga tau sama siapa, terus dibawa ke rumah Haji Arif dan disana Bahar sudah ada, lalu dia menghampiri dan mencekek leher dengan lengannya sambil menyeret saya ke dalam suatu tempat kayanya ruangan majelis," paparnya.

Setelah dimasukan ke dalam kamar, Rida langsung dikeroyok dan dianiaya oleh lebih dari 10 orang termasuk sang penceramah yakni Habib Bahar.

Dalam kamar itu Rida disiksa selama tiga jam lamanya mulai pukul 00.30 WIB sampai 03.00 WIB hingga akhirnya dikeluarkan untuk masuk ke dalam mobil Bahar lalu dibawa ke Mapolsek Cipondoh.

Meski telah tersungkur di lantai dan meminta ampun, Bahar dan sejumlah pengikutnya tidak mengindahkan hal itu  dan justru semakin menyiksa secara keji bergantian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved