Berita Viral

Pengakuan Sopir Barracuda Brimob Bripka Rohmat: Saya Disuruh Terus Mengemudi demi Selamatan Personel

Bripka Rohmat ternyata berada di dalam pilihan yang sulit kala itu. Pasalnya di tengah kepungan massa yang beringas, dirinya harus mengemban

Editor: Joseph Wesly
(Tribunnews.com/ Igman Ibrahim)
DIPERINTAH ATASAN- Penampakan tujuh anggota Brimob diperiksa di ruang Biro Paminal Divpropam Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025). Bripka Rohmat disuruh atasan tetap melaju yang mengakibtkan tewasnya driver Ojol Affan Kurniawan. (Tribunnews.com/ Igman Ibrahim) 

TRIBUN TANGERANG.COM, JAKARTA- Pengemudi kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob, Bripka Rohmat, akhirnya buka suara terkait insiden maut di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). 

Dalam kejadian itu, pengemudi ojek online Affan Kurniawan (21) tewas terlindas saat melintas di lokasi.

Bripka Rohmat ternyata berada di dalam pilihan yang sulit kala itu.

Pasalnya di tengah kepungan massa yang beringas, dirinya harus mengemban tanggun jawab membawa Barracuda tersebut.

Terlebih lagi rantis yang dikemudikannya sedang dikepung massa. 

Hal itu para penumpang di dalam rantis tersebut juga sudah dilanda kepanikan.

Rohmat mengaku dirinya berada dalam situasi sulit karena rantis yang dikendarainya dikepung massa.

Ia menuturkan, saat itu massa sudah melempar batu, cone block, hingga bom molotov ke arah kendaraan.

Baca juga: Sopir Barracuda Brimob Bripka Rohmat Tidak Sadar Tabrak Affan Kurniawan karena Dikepung Massa

“Kalau saya berhenti, habis pak. Karena mereka sudah nyerang,” ujar Rohmat dalam keterangannya dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.

Perintah dari Atasan

Menurut Rohmat, di tengah situasi tersebut ia mendapat perintah dari komandannya yang berada di dalam rantis untuk tetap melanjutkan perjalanan menembus kerumunan massa.

“Perintahnya jelas, jalan terus. Kalau terlambat lima menit saja, kita bisa habis di situ,” kata Rohmat.

Ia menegaskan, fokusnya hanya pada keselamatan tujuh anggota Brimob yang ikut berada di dalam rantis. Karena itu, ia mengaku tak menyadari keberadaan Affan di depan kendaraan.

“Saya tidak mengetahui posisi korban karena saya tidak memperhatikan orang kanan-kiri,” ucapnya.

Affan Bukan Pendemo, Sedang Antar Pesanan

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved