Senin, 15 Juni 2026

Banjir Sumatra

Bupati Menangis Bantuan Tidak Datang, Gubernur Aceh Minta Jangan Cengeng

Lambatnya bantuan yang datang ke lokasi banjir bandang yang terdampak parah membuat kepala daerah pusing tujuh keliling

Tayang:
Editor: Joseph Wesly
KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO
MENANGIS TAK ADA BANTUAN- Bupati Aceh Utara, Provinsi Aceh, Ismail A Jalil menangis dalam evaluasi penanganan banjir Aceh Utara, Rabu (3/12/2025) di Posko Utama Banjir Aceh Utara karena minimnya bantuan dari pusat. Gubernur Aceh H. Muzakkir Manaf atau Mualem menegaskan agar seluruh bupati di provinsi itu tidak mudah menyerah dalam menghadapi banjir yang melanda berbagai wilayah. (KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO) 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf (Mualem), menekankan agar seluruh bupati di Aceh bersikap proaktif dan bertanggung jawab dalam menangani banjir.
  • Bupati Ismail A. Jalil meneteskan air mata saat menjelaskan sebagian warga kelaparan dan beberapa jenazah korban banjir belum dapat dievakuasi karena akses terputus. 
  • Bupati Aceh Utara meminta pemerintah pusat turun tangan segera dengan menyalurkan perahu, logistik, dan tenaga evakuasi.

 

TRIBUNTANGERANG.COM, BAND ACEH- Lambatnya bantuan yang datang ke lokasi banjir bandang yang terdampak parah membuat kepala daerah pusing tujuh keliling.

Banyak kepala daerah merasa tidak mampu menangani banjir dan longsor di wilayahnya karena minimnya sumber daya yang dimiliki kabupaten.

Ketidakmampuan itu juga dirasakan bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil. Dia mengeluhkan karena bantuan sangat sedikit dan ketidakhadiran menteri di wilayahnya.

Ismail bahkan menangis karena banyak warganya kelaparan dan ada jenazah yang belum dievakuasi.

Merespons hal itu, Gubernur Aceh H. Muzakkir Manaf atau Mualem menegaskan agar seluruh bupati di provinsi itu tidak mudah menyerah dalam menghadapi banjir yang melanda berbagai wilayah.

Dalam wawancara dengan Serambinews.com, Kamis (4/12/2025), Mualem meminta kepala daerah bersikap proaktif dan bertanggung jawab dalam menangani bencana.

“Jangan cengeng menjadi bupati, itu saja sudah mengundurkan diri. Kita harus membantu masyarakat, jangan lari dari tanggung jawab dan jangan pakai alasan tidak tahu,” ucapnya.

Mualem juga menekankan, kepala daerah yang tidak mampu menghadapi bencana sebaiknya diganti agar penanganan lebih efektif.

“Saya menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Aceh, yang cengeng mundur saja, ganti yang lain tidak masalah,” tambahnya.

Bantuan Darurat ke Wilayah Terdampak

Gubernur Aceh turun langsung ke Aceh Timur dan Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan darurat berupa beras, bahan pokok, dan air minum kemasan.

Beberapa wilayah yang terdampak parah meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, Takengon, dan Bener Meriah.

“Kita terus mengirim sembako dan kebutuhan mendesak lainnya. Pemerintah provinsi sudah bekerja maksimal saat ini,” kata Mualem.

Mualem juga menekankan pentingnya dana besar untuk rehabilitasi pasca banjir. Ratusan ribu rumah rusak atau hilang, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireun, hingga Pidie Jaya.

Bupati Aceh Utara Ungkap Kondisi Warga

Di Aceh Utara, suasana haru pecah di posko pengungsian saat Bupati Ismail A. Jalil tidak mampu menahan tangis saat menyampaikan kondisi warganya.

Ia mengungkapkan sebagian warga sudah kelaparan dan beberapa jenazah korban banjir belum bisa dievakuasi karena akses terputus total.

“Logistik di posko pengungsian sudah menipis sejak dua hari terakhir. Banyak warga bertahan di atap rumah atau bukit tanpa makanan dan air bersih. Anak-anak menangis karena tidak makan sejak kemarin. Kami butuh bantuan segera, kami tidak bisa sendiri,” ujar Ismail sambil terisak.

Bupati juga menjelaskan, arus deras dan wilayah terisolasi membuat evakuasi jenazah sulit dilakukan. “Ada tiga jenazah yang belum bisa diambil. Kami sudah coba kirim tim, tapi arus terlalu berbahaya,” katanya.

Desakan Bantuan Pusat

Ismail A. Jalil meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden dan menteri terkait, turun tangan langsung untuk mendukung penanganan darurat. Ia memohon tambahan perahu, logistik, dan tenaga evakuasi.

Di posko pengungsian, tangis warga pecah saat mendengar permintaan Bupati. Banyak yang menggenggam tangan Ismail berharap bantuan segera datang.

“Kami cuma ingin makan, ingin anak-anak selamat,” ujar seorang ibu sambil memeluk bayinya.

Dapatkan Informasi lain dari Tribuntangerang.com via saluran Whatsapp di sini

Baca berita TribunTangerang.com lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved