Senin, 25 Mei 2026

Pendidikan

UMN Hadirkan Program Studi AI, Fokus Teknologi hingga Etika

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan mendorong perguruan tinggi beradaptasi, termasuk UMN

Tayang:
Tribuntangerang.com/Ikhwana Mutuah Mico
PROGRAM STUDI AI - Universitas Multimedia Nusantara meluncurkan Program Studi AI berbasis sustainable technology sebagai strategi menjawab disrupsi teknologi dan kebutuhan talenta masa depan,  (TribunTangerang.com - Wartakota Network/Ikhwana Mutuah Mico)   

Untuk itu, UMN didorong menjadi inkubator talenta yang mampu melahirkan lulusan adaptif. Selain kompetensi akademik, mahasiswa juga dibekali kemampuan kewirausahaan dan pengalaman internasional agar siap bersaing di tingkat global.

Dengan berbagai langkah tersebut, ia berharap UMN  tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Kampus harus menjadi living lab, tempat mahasiswa belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata,” ujarnya.

Langkah konkret tersebut diwujudkan UMN dengan meluncurkan Program Studi Sarjana (S1) Artificial Intelligence (AI). Peluncuran ini dilakukan oleh jajaran rektorat dalam sebuah acara di Ascott Menteng.

Program studi ini menjadi bagian dari komitmen UMN sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang Information and Communication Technology (ICT), sekaligus menjawab kebutuhan industri akan talenta AI yang terus meningkat.

Andrey Andoko, menyampaikan langkah ini merupakan respons terhadap perkembangan teknologi yang kian pesat.

Peluncuran Program Studi Sarjana Kecerdasan Buatan menjadi selaras dengan visi UMN, yakni unggul di bidang berbasis ICT, salah satunya adalah Kecerdasan Buatan. 

"Teknologi ini merupakan teknologi baru yang hadir di masyarakat dan berkembang cukup pesat. Hal ini mendorong kami untuk membuka Program Studi Kecerdasan Buatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, AI tidak hanya membawa peluang, tetapi juga disrupsi di berbagai sektor. Karena itu, penguasaan teknologi ini menjadi bekal penting bagi lulusan.

“Pengetahuan mengenai kecerdasan buatan menjadi penting untuk dikuasai secara mendalam, agar lulusan UMN dapat berkontribusi dalam pengembangan kecerdasan buatan serta penerapannya di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Friska Natalia, menjelaskan pendekatan tersebut menjadi pembeda utama program studi AI di UMN.

“Program studi ini tidak semata-mata mempelajari konsep dan teori Artificial Intelligence saja, tetapi juga menekankan Sustainable Artificial Intelligence. Teknologi AI digunakan tidak hanya karena kemajuan dan kecanggihannya, tetapi juga menekankan tanggung jawab serta kode etik,” ujar Friska.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat menghasilkan lulusan yang mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, baik secara sosial maupun lingkungan.

Selain itu, UMN juga membuka peluang pengalaman global melalui kolaborasi internasional dengan Chang Gung University. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi lintas negara dengan skema percepatan.

“Mahasiswa dapat menempuh studi 3 tahun di UMN dan 1 tahun di Chang Gung University tanpa biaya tambahan selain tuition fee di UMN. Bahkan, mahasiswa bisa melanjutkan satu tahun lagi untuk meraih gelar magister,” jelas Friska.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved